Artikel

25-Aug-2013

Petrus JS

KERINDUAN ALLAH

Kadang-kadang kita memasuki sebuah situasi yang membuat kita tidak sanggup memberi jawab berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada kita. Ada yang disebabkan oleh perasaan untuk tak perlu menanggapinya, alias cuek, tetapi tak jarang ada juga yang disebabkan oleh jawaban yang harus diberikan. Kalau jawabannya hanya sekedar men-jawab pertanyaan wawancara, mungkin mudah diberikan, tetapi kalau jawabannya menyentuh soal inti tugas perutusan, nah...sering inilah yang membuat seseorang enggan menjawab.

Dalam Injil Lukas hari ini, bila kita baca dan renungkan, kepada Yesus ditanya, “Guru sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Yesus tak men-jawab apa yang ditanyakan. Sulitkah? Atau enggankah Yesus menjawabnya karena menyentuh hal yang penting dalam misinya? Jawaban Yesus, “berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu!”, memberi indikasi bahwa apa yang ditanya menyentuh inti perjuangan dan perutusanNya. Apa yang ditanya itu adalah isi kerinduan hatiNya sendiri, karena rencana keselamatan Allah itu diperuntukkan bagi semua, tetapi ternyata tak banyak yang bisa mencapainya. Dan isi kerinduan hati Yesus adalah betapa Dia ingin agar semua orang samapai pada keselamatan, karena Dia mencintai mereka semua. Karenanya, jawaban yang diberika Yesus di atas ingin mengajak pendengarNya dan tentu saja juga kita untuk tidak menjadi pengamat dari jauh, tetapi untuk masuk dalam kisah cinta Allah – manusia itu melalui Yesus.

Tuhan Yesus mengingatkan pula dalam Injil, bahwa kita mesti berjuang untuk masuk Kerajaan Allah melalui pintu yang sempit. Pintu sempit itu adalah berbagai tantangan, cobaan, kesulitan dan beratnya berbagai hal yang harus kita hadapi dan terima ketika ingin hidup baik, jujur dan setia. “Berjuanglah untuk masuk dalam aliran cinta kasih Allah yang menyelamatkan itu”. Sebuah ajakan yang menunjukkan kepada kita semua betapa Allah ingin kita semua diselamatkan, mengalami kasih Allah itu. Dan itulah kerinduan hatiNya, itulah detak hatiNya.(petrus js)