Artikel

24-Jan-2016

Tatik

Allah Membuat Kopi dan Bukan Cangkir, Mari Kita Nikmati Kopi Kita

sumber: http://images.medicaldaily.com/sites/medicaldaily.com/files/styles/full_breakpoints_theme_medicaldaily_desktop_1x/public/2015/05/28/cups-coffee.jpg

Sekelompok alumni, sesuai dengan karir mereka sekarang, berkumpul untuk mengunjungi Guru Besar mereka yang sudah tua. Percakapan segera berubah menjadi keluhan tentang stres dalam pekerjaan dan kehidupan.

Guru Besar menawarkan kopi kepada tamunya. Ia kembali dengan teko kopi dan bermacam-macam cangkir – porselen, plastik, kaca, kristal, beberapa berwarna polos, beberapa berharga mahal, beberapa tampak indah. Guru Besar itu mengatakan kepada mereka untuk mengambil kopi dari teko sendiri.

Ketika semua mantan mahasiswanya sudah memegang cangkir kopi di tangan, Guru Besar itu mengatakan, “Jika Anda perhatikan, semua mengambil cangkir yang mahal, yang tertinggal hanyalah cangkir yang biasa dan murah. Normal bagi Anda untuk menginginkan yang terbaik. Dan itulah sumber masalah dan stres. Bukankah cangkir itu tidak menambah kualitas pada kopi? Hanya terlihat mahal tetapi menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang sebenarnya kalian benar-benar inginkan? Kopi, dan bukan cangkir ‘kan? Tetapi dengan sadar Anda mengambil cangkir yang terbaik. Dan kemudian Anda mulai melirik cangkir masing-masing.”

“Sekarang perhatikan,” lanjutnya, “Hidup adalah kopi. Pekerjaan, uang, dan posisi dalam masyarakat adalah cangkir. Mereka hanya alat untuk memegang dan mengandung kehidupan. Dan jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan, atau mengubah kualitas hidup kita. Kadang-kadang, dengan hanya berkonsentrasi pada cangkir, kita justru gagal untuk menikmati kopi Allah yang telah diberikan kepada kita.”

Allah membuat kopi, dan bukan cangkir. Mari kita nikmati kopi kita!

“Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki yang terbaik dari segala sesuatu. Mereka hanya membuat yang terbaik dari segala yang mereka miliki.”