Artikel

24-Jan-2016

RD Albertus Kurniadi

Sabda-Mu adalah Jalan Kebenaran dan Hidup Kami

sumber: http://i961.photobucket.com/albums/ae97/gusmendem/bloch-sermononthemount-resized.jpg

Bila kita renungkan judul ini, kita berjumpa dengan permenungan sungguhkah sabda yang saya dengarkan, saya baca dan saya renungkan memiliki daya kehidupan pribadi. Ini jawaban berat, jawaban atas pengalaman hidup kita sehari-hari. Kata-kata ini membutuhkan kejujuran tersendiri atas apa yang kita alami secara nyata.

Jalan Kebenaran

Jalan, selalu dilalui oleh banyak orang. Jalan merupakan penghubung antara satu dengan daerah lainya. Jalan membuat denyut nadi kehidupan berputar dengan cepat. Jalan merupakan sarana yang vital dalam hidup manusia. Dimana setiap mahluk hidup dapat melaluinya,membuat segalanya menjadi baik, membuat segalanya menemukan kebahagiaan. Situasi jalan membawa pengaruh yang luas dalam pergumulan hati manusia, manusia bisa marah, bisa sabar, bisa gembira, bisa menggerutu. Pengalaman-pengalaman ini merupakan pengalaman konkret yang bisa kita ceritakan, bisa terungkap dengan jelas saat kita melalui jalan-jalan tersebut.

Ketika sabda Yesus dihubungkan ataupun digambarkan sebagai jalan kebenaran dan kehidupan, membawa kita pada jalan panjang kehidupan kita yang dihiasi dengan sabda Allah tersebut. Hiasan Sabda Yesus yang kita dengarkan itu meresap dalam hati kita serta membuat kita berani mengalaminya dalam kehidupan konkret. Sabda Yesus itu sering kali membuat kita marah, membuat kita gentar, membuat kita dikuatkan dan disegarkan.

Hiasan sabda Yesus ini juga membuat hidup kita menjadi kudus, karena Yesus yang telah memberi makna atas perutusan Nya yang diterima langsung dari Allah. Pada hari ini kita mendengar “Roh Tuhan ada pada Ku” kata-kata ini menghiasi kitab Taurat yang memberi inspirasi penegasan atas karya Yesus dalam perutusan-Nya tidak didasarkan pada keputusan dan kehendak pribadi Yesus melainkan Roh Allah yang mengutus-Nya. Dalam bagian lain Yesus juga menggunakan kata-kata yang berasal dari Taurat hingga bisa membungkam dan mengusir setan-setan, lewat sabda yang ada dalam Taurat memberi pembebasan batin bagi banyak orang, memberi terang bagi yang tak melihat.

Maka sabda Yesus yang kita dengarkan ini adalah sabda yang memberi pertanda bahwa Allah bersedia tinggal ditengah umat,menyertai perziarahan umat-Nya serta sabda itu menjadi pegangan dalam perziarahan hidup manusia. RD. Albertus Kurniadi