Artikel

14-Feb-2016

RD Albertus Kurniadi

Jalan Tuhan

sumber: http://www.mirifica.net/wp-content/uploads/2016/01/Pencobaan-di-padang-gurun-656x336.jpg

Dalam sebuah lagu, dikisahkan sebuah jalan namanya jalan cinta. Alkisah, ada seorang yang sedang jatuh cinta mencari alamat sang kekasihnya lengkap dengan rt,rw dan nama jalannya. Namun pencarian alamat itu ternyata tak mudah, banyak tantangan dan rintangan, yang dijumpai ditengah jalan. Akankah goyah, akankah putus asa.

Jalan Tuhan
Peziarahan kita merupakan sebuah peziarah panjang. Di dalamnya terdapat banyak rintang-an, banyak tawaran yang membuat hidup men-jadi tawar, serba ragu, bisa juga banyaknya tawaran ini membuat manusia membangun komitmen hidup.

Dalam peziarahan hidup kita saat ini kita diantar oleh Sang Guru, untuk melihat bagaimana Sang Guru Iman (Yesus) membangun komitmen hidupnya di atas berbagai macam tawaran yang dijumpainya. Dalam peziarahan ini Sang Guru berhadapan dengan 3 hal yang selalu dialami oleh manusia. Makanan, kekuasaan, dan relasi dengan Allah. Makanan membuat manusia kenyang, tidak banyak protes, soal kekuasaan manusia ingin bertindak arogan, dalam relasi dengan Allah, manusia ingin menyamai Allah. 3 Situasi ini selalu menguasi hidup manusia yang saling berhubungan dan saling tarik menarik diantara ketiganya.

Situasi percobaan di padang gurun yang dialami oleh Yesus merupakan jalan yang disediakan Allah untuk dilalui oleh manusia. Jalan ini penuh tantangan, penuh kelokkan, penuh lobang, penuh dengan kewaspadaan. Hal-hal demikian yang membuat manusia yang melaluinya menjadi tawar, tawar dalam artian menawar atau ragu, bisa juga menjadi berkecil hati.

Dunia sebagai padang gurun, tempat manusia mengalami apa yang Yesus alami secara nyata. Di dalamnya kita belajar untuk meniru Kristus yang tetap mengarahkan hati-Nya, pikiran-Nya pada Roh Allah, Kerahiman Allah tak pernah meninggalkan manusia. RD. Albertus Kurniadi