Artikel

10-Apr-2016

RD Albertus Kurniadi

Itu Yesus

sumber: http://assets.kompasiana.com/statics/crawl/5563d6430423bd1c038b4568.jpeg

Setiap orang memiliki pengalaman,pengalaman menjadi guru yang memberi banyak arti. Pengalaman membuat orang bergulat dengan realita kehidupan. Dalam pergulatan ini sering membuat manusia terhenyak atas keterbatasan yang dijumpainya sekaligus berhadapan dengan kekuatan yang luar biasa,yang menolong dan membantunya menemukan jawaban atas apa yang dihadapinya itu.

Makanan dan Kepercayaan

Para murid Yesus, menghadapi beban yang cukup besar setelah Yesus wafat disalib. Persoalan besar yang dihadapi oleh Para Rasul adalah jenazah Yesus diambil bahkan dicuri oleh Para Rasul. Cerita tentang jenazah Yesus yang dicuri ini menjadi cerita yang masih beredar di kalangan bangsa Yahudi hingga saat ini. Pengalaman ini membuat para Murid bersembunyi bahkan membuat Para Murid kembali ke pekerjaan mereka, kembali kepada keseharian hidup mereka dengan berbagai macam alasan.

Kembalinya Para Murid pada pekerjaan mereka, kembali ke kampung halamannya ini bisa berarti mereka menutup dalam-dalam impian mereka tentang Yesus Mesias, mereka menutup cerita mereka bersama Yesus yang mati disalib. Namun rupanya cerita tentang pengalaman iman atas Yesus tak pernah selesai, Yesus rupanya tidak tinggal diam melihat orang-orang terdekatnya lari tunggang langgang. Pengalaman perjumpaan dengan Yesus sebagai teman seperjalanan membuat Para Murid dijumpai oleh Yesus yang bangkit itu sebagai teman seperjalanan, teman yang mudah dikenali, mudah diajak bertukar pikiran, mudah untuk memberi berkat. Pengalaman inilah yang akhirnya membawa Para Murid untuk semakin dekat dengan Yesus yang berbelarasa dengan manusia. Belarasanya Yesus ini nampak pada “ Hai anak-anak adakah kamu memiliki lauk-pauk”. Jawaban atas pertanyaan ini menggerakkan hati Yesus untuk berbuat sesuatu. Yesus tidak tinggal diam,Yesus masuk ke dalam hidup mereka dan menghasilkan kegembiraan dari dalam hidup mereka.

Kegembiraan yang terpancar dari hidup Para Murid terletak pada keberanian Para Murid untuk menjawab panggilan Yesus berupa “Hai anak-anak adakah kamu memiliki Lauk Pauk”. Pertanyaan ini bisa diartikan secara simbolis yaitu bahan makanan, bahan yang membuat Para Murid kenyang, bahagia. Simbolis kedua adalah siapa yang menjadi kepercayaan mereka dalam perziarahan hidup ini. Bahan makanan dijawab oleh Yesus dengan tangkapan ikan yang banyak, makanan yang berkelimpahan, soal kepercayaan dijawab oleh Yesus dengan apa yang didoakan, dimohonkan, dipersembahkan oleh kita kepada Yesus menjadi nyata.

Pengalaman Iman

Yang namanya makanan dan kepercayaan menjadi dua hal yang membuat orang berani memperjuangkan bahkan menerjang hidup. Pengalaman para murid membuktikan kekuatan makanan atas sabda Yesus bisa menggubah kepercayaanku, bisa mengubah semangat hidupku secara spiritual sehingga aku boleh lagi dan lagi memperbaharui iman dan memindahkan ketakutan,ketidak layakan menjadi sukacita baru atas hidup ini. (RD Albertus Kurniadi)