Artikel

22-May-2016

RD Albertus Kurniadi

Pribadi Yesus

sumber: http://universovozes.com.br/editoravozes/web/view/BlogDaCatequese/wp-content/uploads/2013/05/trindade-santa.jpg

Setiap orang itu punya kepribadian, kepribadian manusia nampak pada kata, cara berpakian, cara berbicara. Kepribadian ini merupakan hal yang tak terlupakan oleh banyak orang karena membekas secara otomatis dalam diri orang lain walaupun perjumpaan itu hanya sebentar.

Pribadi Yang Jujur

Kepribadian merupakan sebuah perjalanan yang panjang, dimana orang tua mempersiapkan jalan yang terbaik bagi anak-anaknya, namun kepribadian anak bisa jadi bertentangan dengan apa yang disiapkan oleh orang tua karena manusia sering kali menggalami aneka macam pergolakkan kehidupan yang tak terduga. Kepribadian menjadi gambaran bagaimana Ia membawakan peran ditengah masyarakat. Pembawaan peran ini membuat manusia memiliki keberanian untuk mencintai apa yang ada dalam dirinya serta mengembangkannya dalam seluruh proses hidupnya

Kepribadian yang ditampilkan oleh Yesus sering kali berjumpa dengan kriteria yang beragam. Ada yang mengatakan bahwa kepribadian Yesus adalah pemarah. Kata marah ini kita simpulkan saat kita merenungkan kata-kata yang keras, kata-kata yang mengajak orang untuk berbuat sesuatu. Kepribadian Yesus kita juga bisa mengatakan bahwa Yesus orang yang sabar. Kata sabar kita ungkapkan karena Yesus selalu menerima orang yang datang kepadanya dalam keadaan apapun termasuk murid-murid terdekatNya.

Dalam amanat perpisahannya Yesus menampilkan diri sebagai orang yang tidak fanatik. Peristiwanya nampak dalam kata-kata yang diucapkan Yesus kepada para murid. Kata-kata ini tidak menunjukkan diri sebagai pribadi yang penuh kuasa, arogan. Dalam perpisahanNya, Yesus bercerita tentang pribadi lain yang akan menuntun, memimpin, menguduskan pekerjaan para murid di dunia ini. Di sini Yesus menceritakan peran yang dibawakan oleh Pribadi berikut secara terbuka tanpa ada yang ditutupinya. Di sinipun pribadi yang akan datang itu diceritakan sebagai pribadi yang menghantar orang pada keselamatan dan kebahagiaan. Dimana Ia akan mengajak para muridnya untuk menyerap sari pati hidup Yesus dan membawakan saripati kehidupan itu dalam hidup yang kongret sesuai dengan situasi jaman yang ada. Sehingga manusia dapat mendengarkan pribadi yang baru itu tanpa ragu, memberikan kepercayaan secara penuh pada pribadi itu serta mencintai pribadi yang lain itu secara paripurna.

Dalam takaran dunia, acara perpisahan dibungkus dengan hal-hal yang sifatnya spektakuler berupa prestasi-prsetasi dihasilkan, dikerjakan dan membuat nama sang pemimpin ataupun organisasi yang dipimpinnya terkenal. Mungkin bisa menjadi kenangan yang fenomenal tapi bisa cepat dilupakan orang karena tak menghatarkan dan menggentarkan orang untuk melakukian sebuah spirit hidup yang sesuai dengan apa yang diterimanya selama ini.

Perpisahan Yesus menjadi fenomenal karena menciptakan jalan yang membuat banyak orang menemukan kesejukkan dan kebahagiaan. (RD. Albertus Kurniadi)