Artikel

19-Jun-2016

RD Albertus Kurniadi

Bhinneka Tunggal Ika

sumber: https://catatanseorangofs.files.wordpress.com/2014/02/siapakah-aku-ini-mat-16.jpg?w=570

Kata Bhinneka Tunggal Ika merupakan kata yang selalu didengungkan, dilafalkan, bahkan dihafalkan oleh setiap orang yang tinggal di Indonesia. Kata ini memiliki kesaktian luar biasa, karena memiliki kemampuan yang menggerakkan manusia Indonesia. Kata ini memiliki arti bahwa perbedaan yang ada bukan hambatan untuk maju. Perbedaan yang ada membuat orang saling memperkaya dan diperkaya. Kata ini sudah terbukti dalam sejarah kehidupan Indonesia.

Perbedaan yang memperkaya

Bhinneka Tunggal Ika merupakan perjuangan yang khas Indonesia. Khas karena di negara lain kata ini tak memiliki arti bahkan tak menggerakkan apapun juga. Bhinneka Tunggal Ika memberi arti bagi bangsa Indonesia. Kata Bhinneka Tunggal Ika dapat juga dijadikan arah kehidupan iman, dimana bukan perbedaan iman tetapi penghayatan iman akan Yesus Kristus yang berbeda.

Perbedaan ini bukan terletak pada apa yang diwartakan gereja berabad-abad tetapi cara kerasulan yang kita bawakan dalam kehidupan ini yang berbeda-beda. Cara kerasulan inilah yang amat menentukan bagai-mana saya percaya Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamatku.

Cara kerasulan maupun merasul menjadi cara bagaimana saya menghayati Yesus Kristus itu hidup, berbuah dalam kata dan perbuatanku. Hal ini nampak pada saat Yesus bertanya kepada para murid Nya “kata orang siapakah aku”. Para Murid pun menjawabnya dengan apa yang didengarnya, apa yang dilihatnya dll. Lantas Yesus menanyakan tentang siapakah Aku menurutmu sendiri. Maka tampillah jawaban Simon Petrus yang mencengangkan “Engkaulah Mesias”. Pertanyaannya sama tetapi beda penekanan. Yang satu kata orang, yang lain menurutmu. Dua pertanyaan itu sama-sama menyangkut apa yang dihayati, apa yang tinggal, apa yang dikerjakan dalam hidup ini.

Pertanyaan Yesus tentang “siapa aku”, menghasilkan jawaban yang Bhinneka Tunggal Ika, bukan untuk mencari dan menemukan sensasi melainkan sebuah ja-waban yang membuktikan apa yang kita kerjakan, apa yang kita hayati satu sama lain menghasilkan sebuah perjuangan batin yang memukau, jawaban yang bisa sa-ling memperkaya satu sama lain. Karena pewartaan sabda Yesus bukanlah kata-kata mati, melainkan perwartaan sabda Yesus adalah pewartaan yang hidup. Apa yang disampaikan Yesus dari abad ke abad selalu memukau, memikat banyak orang secara sederhana tapi memiliki arti tersendiri. Setiap pengalaman yang dijumpai manusia dapat sama tetapi manusia memaknainya dengan cara yang berbeda. Sehingga perjumpaan dengan Yesus yang memukau dan memikat ini menggerakkan orang untuk ambil bagian mewartakan kepada yang lain dengan cara yang sungguh memukau dan memikat pula. Sehingga iman yang bersinar ini menghasilkan banyak buah yang bisa membuat orang lain memperkembangkan dengan cara yang berbeda dan memperkaya yang telah ada. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.