Artikel

17-Jul-2016

Petrus JS

Memaknai Pelayanan

sumber: http://wol.jw.org/id/wol/mp/r25/lp-in/ia/2013/213

Dalam masyarakat modern seperti sekarang ini, kita menemukan banyak orang sibuk dalam urusan kesehariannya. Emangnya nggak boleh sibuk? Masalahnya, bukan tidak boleh sibuk, melainkan sibuk untuk apa, sibuk dengan apa? Orang yang sibuk dengan dan untuk dirinya sendiri sering disamakan dengan sosok kepribadian Marta.

Marta dan Maria pun berjumpa dengan Yesus di rumah mereka. Perikop ini sebagai peristiwa di mana mereka dikunjungi dan bertemu dengan Yesus. Marta begitu gembira sampai-sampai sibuk melayani. Saking gembiranya Maria, ia sampai tidak bergerak dan hanya duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan Dia.

Sosok Marta dan Maria menjadi gambaran dari dua cara manusia menyambut Tuhan Yesus. Marta sibuk melayani Yesus, sebagaimana layaknya ibu rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap tamunya. Marta dalam bahasa Aram artinya “nyonya”. Marta sibuk sekali melayani Yesus, bahkan bingung karena banyaknya urusan dengan pelayana itu. Marta cemas dan menyusahkan diri dengan aneka macam makanan dan minuman, seolah-olah itulah hal terpenting saat menerima kunjungan Tuhan.

Marta minta kepada Yesus menegur Maria yang duduk saja dan membiarkan dirinya melayani seorang diri. Tetapi Yesus bukannya menegur, melainkan malah memuji Maria yang telah memilih bagian terbaik. Maria duduk mendengarkan di dekat kaki Tuhan, seperti seorang murid yang duduk dekat kaki gurunya mendengarkan pengajaran.

Kita kadang cemas dan sibuk dengan urusan sendiri, dan kadang waktu kita habiskan dengan urusan diri sendiri, sehingga waktu untuk Tuhan kadang terabaikan. Duduk mendengarkan sabda Tuhan adalah mutlak perlu sebelum sabda itu sendiri dapat disimpan dalam hati, dipelihara, dan dilaksanakan. Itulah yang lebih penting dan diperlukan dalam menyambut kehadiran Tuhan. Maria telah memilihnya, yakni tekun mendengarkan sabda-Nya.

Pengajaran Yesus adalah terang dan jalan menuju ke hidup yang kekal. Tuhan selalu memanggil kita untuk datang mendengarkan ajaran-Nya. Marilah kita mohon supaya dapat mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus yang mengubah dan mewarnai hidup kita setiap hari. Pengalaman perjumpaan Paulus berjumpa dengan Yesus yang bangkit di dekat gerbang Kota Damsyik. Pengalaman perjumpaan pribadi itu mengubah hidup Paulus secara total. Ia diubah dari seorang penganiaya para murid Yesus menjadi seorang pewarta Injil. Pengalaman berjumpa dengan Yesus adalah pengalaman iman personal, bahwa pengalaman perjumpaan dengan Yesus itu adalah pengalaman pengampunan dan kasih.

Kesempurnaan dalam Kristus adalah tujuan pelayanan, yang sekaligus merupakan pekerjaan dan perjuangan, tetapi yang harus dilaksanakan di bawah kuasa dan kekuatan Kristus, yang hadir dan berkarya dalam diri para pelayan-Nya. Kristus adalah puncak pengetahuan mengenai rahasia Allah, karena dalam diri-Nyalah segala harta hikmat dan pengetahuan tersembunyi. Apa yang mau kita lakukan sebagai pengikut-pengikut di zaman ini? (Petrus JS)