Artikel

14-Aug-2016

RD Yustinus Joned Saputra

Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga

sumber: http://www.guardianangel.in/ga//uploads/user_pics/238~M_012420081431294th_glory.jpg

Injil Lukas Minggu ini (Luk 1:39-56) memuat cerita tentang dua orang wanita, yang kedua-duanya saling berbagi iman, harapan dan kebaha-giaan sebagai seorang perempuan yang mempersiapkan diri menjadi seorang ibu.Elisabetsebagai orang berusia lanjut yang semula mandul, danMaria seorang gadis bertunangan namun mengandung. Terungkaplah dalam cerita itu betapa agung kuasa Allah untuk mengadakan dan memelihara kehidupan! Allah berkuasa membangkitkan hidup dari rahim yang mandul, tetapi juga dari makam-makam orang yang sudah mati. Dan per-jalanan jauh Maria dari Nasaret ke daerah pegunungan Yudea untuk mengunjungi Elisabet adalah juga gambaran kedatangan Kerajaan Allah.

Maria adalah model bagi kita semua, dan diangkatnya ke surga meyakinkan kita bahwa kita sungguh mempunyai harapan. Apa yang dialami Si Perawan Puteri Nasaret pada akhir perjalanan hidupnya di dunia ini juga akan kita alami, apabila kita tetap selalu setia dan taat seperti dia. Dengan diangkat ke surga Maria menunjukkan kepada kita jalan menuju Allah, jalan menuju surga, jalan yang harus kita tempuh dalam hidup kita. Maria menunjukkan jalan itu kepada orang-orang yang tahu menganggap dirinya sebagai "orang-orang kecil", sebagai "anak-anak", sebagai "orang miskin", yang merasa membutuhkan belaskasihan Allah. Maria, Ratu dunia ini, membuka dan menunjukkan kepada setiap orang, setiap pribadi tetapi juga kepada semua bangsa, kekuatan kasih Allah. Yang dilakukan Allah ialah "menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahta, meninggikan orang-orang yang rendah; ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa" (Luk 1:52-53). Maria sungguh model bagi setiap orang yang ingin bahagia.

Pesta Maria diangkat ke surga menjadi pesta mengenai janji masa depan kita semua. Pengangkatan Maria ke surga mengangkat hati dan masa depan kita menuju ke surga. Sebab di sanalah Bunda Maria menantikan kita untuk bersatu dengan Anaknya.

Hanya rahmat Tuhanlah yang menjadikan Maria diangkat ke surga. Jika Yesus Kristus yang adalah Tuhan, naik ke surga karena memang Dia mempunyai kuasa untuk itu; maka Maria terangkat ke surga karena peran dari Yesus Kristus Puteranya.

Merayakan peristiwa Maria diangkat ke surga dapat menjadi ungkapan kepercayaan bahwa suatu saat nanti umat manusia akan kembali bersama Tuhan di surga. RD. Yustinus Joned Saputra