Artikel

21-Aug-2016

Inspirasi Batin

Apakah Kita Sungguh Setia pada Yesus?

sumber: http://www.evenifiwalkalone.com/wp-content/images/WhatItMeansToFollowJesus.jpg

Santi dan Rina sudah sangat lama bersahabat dan menjadi sahabat yang akrab. Mereka sudah seperti saudara sendiri. Tetapi, persahabatan mereka rusak karena suatu hari Rina mengkhianati Santi. Rina membocorkan rahasia mereka yang seharusnya tidak diberitakan kepada orang lain. Akibatnya, Santi merasa terpukul, marah, sedih, kecewa, dan tidak dapat lagi meneruskan persahabatan itu.

Bagaimana perasaan Yesus yang dikhianati Yudas? Pasti Yesus sedih karena melihat salah satu murid yang dikasihi-Nya tidak setia dan menjual-Nya kepada para pimpinan orang Yahudi. Yudas sudah dipercaya Tuhan dengan menjadi bendahara kelompok itu, ternyata tidak setia, dan bahkan mengkhianati-Nya. Betapa sedihnya seorang Guru mengalami hal ini. Kita mungkin jengkel, marah, dan heran mengapa Yudas berlaku seperti itu. Mengapa orang yang sudah dicintai dan dipercaya Tuhan dapat berlaku seperti itu.

Sebenarnya kita tidak usah ikut heran, karena apa yang dlakukan Yudas sering juga dapat terjadi pada hidup kita. Bukankah kadang kita tidak setia kepada Yesus juga dalam hidup kita? Berapa kali kita sering bersemangat ingin mengikuti Yesus secara total, ingin melakukan kehendak Allah secara radikal, ingin berbuat baik kepada semua orang; tetapi tidak jadi kita lakukan, bahkan sebaliknya? Berapa kali kita ingin setia berbuat kasih seperti Yesus, tetapi yang kita lakukan justru kebencian dan penghancuran terhadap sesama? Berapa kali kita tidak mencintai teman, keluarga, sahabat yang seharusnya kita cintai?

Pengalaman Yudas bagi kita menjadi peringatan, apakah kita sendiri sungguh setia kepada Yesus atau kadang juga tidak setia, kalau kita kadang tidak setia, sekarang saatnya memperbaiki diri kembali pada Tuhan. (Inspirasi Batin)