Artikel

03-Nov-2013

Petrus JS

MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

“Hari ini Aku harus menumpang di  rumahmu”, kata Yesus kepadanya (Luk 19:5). Luar biasa dan tak terduga tawaran Yesus kepada Zakheus! Siapa tidak senang dan bangga kalau Yesus yang terkenal itu mau bertamu di rumahnya biar sesaat saja? Apalagi dari sekian ratus orang yang menantikan Yesus di kota Yerikho hanya Zakheus yang disinggahi rumahnya. Bukan orang Farisi, bukan pemuka agama atau tokoh masyarakat lainnya. Dia seorang berdosa yang disingkirkan dari kelompoknya. Zakheus dan para anak buahnya disebut pendosa oleh masyarakat Yahudi dan karenanya sangat dibenci oleh mereka. Sebab mereka bekerja bagi penjajah dengan memeras sesama bangsa sendiri. Sangat dapat dipahami bahwa “semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut karena Yesus menumpang di rumah orang berdosa” (Luk 19:7).

Pilihan atas rumah Zakheus bukan kebetulan. Ia memang diutus Bapa mewartakan kabar gembira, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini” (Luk 19:9). Misi Yesus ialah untuk “mencari dan menyelamatkan yang hilang” supaya setiap orang boleh mengalami bahwa dirinyapun anak Abraham, kekasih Allah. Yesus datang bukan untuk  meneguhkan rasa aman orang-orang yang merasa dirinya benar, bukan untuk orang-orang (yang merasa) saleh melainkan untuk orang-orang berdosa. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar; tetapi orang berdosa, supaya bertobat”, kata Yesus (Luk 5:31-32).

Perjumpaan dengan Yesus membuahkan mukjizat. Apa yang rasanya tidak mungkin menjadi kenyataan. Bahkan  Zakheus berani  melangkah lebih jauh, melampaui tuntutan hukum (Im 6:5) yaitu mengganti kerugian yang telah ditimbulkan atas orang-orang yang pernah diperasnya, ia mau “mengembalikan empat kali lipat” (Luk 19:8). Zakheus menjadi manusia baru. Dia yang adalah pengkhianat bangsanya, pekerjasama dan penjilat penjajah negerinya, dihinakan dan dikucilkan rekan sebangsanya telah menerima Anak Allah. Dia diakui Yesus sebagai anak Abraham, anak perjanjian yang dikasihi dan dipilih Allah. Berjumpa dengan Pribadi (Yesus) yang mengagumkan, yang telah memanggil dia dengan namanya telah merebut hati Zakheus dan ia menyambut Yesus dengan kegembiraan penuh. Kesenangan lama ditinggalkan  saat pintu rumah dibuka lebar untuk Yesus memasukinya. Itulah keselamatan yang berawal dari tatap dan ajakan.

Banyak dari antara kita sudah lama dipermandikan Katolik.  Tetapi belum semua menikmati sapaan akrab Yesus dan tawaran-Nya untuk mengalami keselamatan dalam hidup, keluarga dan pekerjaan kita. Kita belum siap seperti Zakheus untuk benar-benar berubah menjadi manusia baru dengan membereskan yang masih kacau dalam hidup kita.

Kita semua orang berdosa yang membutuhkan pengampunan. Kita orang sakit yang memerlukan Sang Tabib Agung. Dia siap menjadi Tamu kita dan menemani kita sepanjang penjalanan menuju Yerusalem baru, yaitu surgawi. Apakah kita ini termasuk bagian dari orang yang dicari dan yang diselamatkan itu? Kalau ya, Siapkah kita menerima Dia seperti Zakheus menerima-Nya?

(petrusjs)