Artikel

02-Oct-2016

Sr. M. Wilfrida, PRR.

Tambahkanlah Iman Kami

sumber: http://www.lavistachurchofchrist.org/Pictures/StandardBibleStoryReadersBook5/images/scan0029.jpg

Bacaan – bacaan Tuhan hari ini berbicara tentang iman atau percaya. Dalam Kitab Habakuk dikatakan, “orang yang benar itu akan hidup oleh kepercayaannya”. Sedangkan dalam bacaan kedua, Surat Rasul Paulus kepada Timoteus mengatakan: “peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” Makin bertambah nyata dengan mendengarkan bacaan Injil Luk. 17:5 tentang kata hati dan kerinduan para murid kepada Yesus: “ Tambahkanlah Iman kami.”

Para murid yang adalah orang terdekat Yesus tetap ingin agar iman mereka selalu ditambah, iman mereka semakin diberkati, iman mereka semakin ditumbuhkan. Dengan demikian maka mereka tidak malu, tidak merasa bangga dengan iman yang sudah ada, tidak merasa puas dengan iman yang mereka miliki tetapi semakin mengharapkan dan semakin berjuang supaya iman merekapun semakin besar, kuat dan kokoh seperti Yesus, sehingga semakin yakin dan percaya diri untuk mengatasi segala perkara kehidupan dunia ini.

Dalam Ibrani 11:1 diceritakan tentang kesaksian–kesaksian iman dan itu sungguh menghantar kita untuk percaya bahwa Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, dan mengajak kita untuk belajar dari iman Abraham yang taat dan percaya akan penyelenggaraan Allah Bapa. Iman Abraham menjadi saksi dan contoh untuk memperdalam iman kita yang kecil, iman kita yang kadang menjadi lemah bila berhadapan dengan pengalaman – pengalaman salib dan pergumulan hidup kita dimasa hidup kita sekarang ini.

Iman yang dipaparkan dalam bacaan hari ini juga dikaitkan dengan penderitaan yang harus ditanggung oleh orang beriman karena ketaatan kita pada kehendak Bapa. Bapa yang adalah Tuhan kita dan kita adalah hamba-hamba-Nya harus merasa bahagia karena boleh mengambil bagian dalam karya keselamatan-Nya.

Namun sebagaimana Paulus berkata, kitapun harus percaya… ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Jadi, yang membuat kita bertahan dan kuat dalam menderita, bukanlah diri kita yang kuat, hebat dan tangguh namun iman dan kepercayaan kita yang mendatangkan kekuatan Allah. Iman merupakan anugerah dari Tuhan. Iman membuat kita percaya akan kebaikan – kebaikan Tuhan, Iman mem-buat kita mampu penyerahan diri, Iman membuat kita sabar untuk menghayati hidup dalam berbagai pengalaman suka dan dukanya kehidupan ini, Iman membuat kita selalu mau mencari solusi yang positif, iman membuat kita sadar bahwa Allah adalah belas kasih dan penuh dengan kerahiman dan setiap waktu membuka hati dan tanganNya untuk menolong dan membantu kita.

Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah didalam laut, dan ia akan taat kepadamu.

Marilah kita mohon pada Allah yang berbelas kasih agar selalu menambahkan iman kepada kita: Tuhan, tambahkanlah iman kami. (Sr. M.Wilfrida, PRR)