Artikel

13-Nov-2016

RD Yulius Eko Priyambodo

Bertahanlah Supaya Menang!

sumber: http://www.mirifica.net/wp-content/uploads/2015/11/Kerajaan-Allah-sudah-dekat.jpg

Hari ini Injil Lukas mengorientasikan kita untuk memahami makna dari akhir zaman. Apa yang orang pikirkan tentang akhir zaman? Orang tentu berpikir tentang akhir dunia. Orang mengira bahwa dunia ini akan hancur dan semua makhluk akan punah. Situasichaosdan menakutkan ini diramal oleh banyak orang dari berbagai suku. Orang-orang yang mengaku beriman saja ikut terpancing untuk percaya pada akhir zaman atau hari kiamat.

Kita ingat pada akhir tahun 2012 yang lalu. Dunia heboh karena ada ramalan suku Maya yang mengatakan bahwa tanggal 23 Desember 2012 dunia akan khiamat. Bagi kita, akhir zaman juga selalu dikaitkan dengan saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua sebagaimana diakui dalam rumusan Credo:“Ia (Yesus) akan datang untuk mengadili orang yang hidup dan mati”. Kedatangan Kristus yang mulia ini lebih memberikan harapan yang besar bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Ada kerinduan yang besar dan harapan yang kokoh untuk bertemu dengan Yesus dan tinggal bersama dengan Dia selama-lamanya.

Dalam Injil Lukas dikatakan bahwa ada orang-orang yang menganggumi keindahan Bait Allah di Yerusalem karena dihiasi oleh batu-batu yang indah dan aneka bahan persembahan. Karena ke-kaguman lahiriah itu, Yesus menasihati mereka bahwa akan datang saat yang tepat di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Semua akan diruntukan (Luk 21: 5-6). Semua akan hilang. Orang-orang terpesona pada tampilan fisik Bait Allah saja dan berhenti di situ. Yesus justru mengingatkan mereka supaya menyadari bahwa pada suatu saat, bait Allah buatan ta-ngan manusia akan diruntuhkan. Perkataan Yesus ini terbukti ketika pada tahun 70M Yerusalem dihancurkan oleh orang-orang Romawi. Perkataan Yesus ini mengisyaratkan pada Tubuh kita sebagai bait Allah yang hidup di mana pada suatu saat kita juga akan mati. Tubuh kita akan diubah menjadi serupa dengan Tubuh mulia Yesus sendiri.

Mendengar perkataan Yesus tentang hancurnya Bait Allah ini, para murid terpancing untuk bertanya kepada Yesus, kapan terjadinya dan apa tanda yang membuat mereka mengertinya. Yesus tidak menjawab perta-nyaan para muridNya. Ia hanya memberikan kiat untuk menyambut saat terjadinya akhir zaman: Pertama, sikap waspada. Ia berkata:“Waspadalah supaya kamu jangan disesatkan”terutama dengan hadirnya nabi-nabi palsu yang mengaku diri sebagai Yesus. Kedua, situasichaosyang akan terjadi di mana-mana untuk mendahului akhir zaman. Misalnya peperangan, pem-berontakan, perlawanan, gempa bumi, penyakit sampar, kelaparan, dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Ketiga, pengalaman penderitaan yang akan dialami oleh para murid Kristus. Misalnya, penangkapan, penganiayaan, penjara dan di hadapkan kepada penguasa untuk diadili. Keempat, para murid akan diserahkan oleh orang tua dan saudara-saudari bahkan ada yang dibunuh, dibenci karena nama Yesus.

Keempat hal ini memang berat dan menakutkan. Namun demikian, Yesus juga berjanji untuk tetap menyertai mereka dengan pembelaan tertentu. Bagaimana cara Yesus membela para muridNya? Yesus akan memberikan kata-kata hikmat yang melumpuhkan para lawan terutama dalam hal mempertanggungjawabkan iman. Ini adalah pembelaan yang tidak lain adalah kesaksian iman para muridNya dan diharapkan mereka teguh dalam kesaksian. Yesus bahkan mengatakan bahwa tak sehelai rambut di kepala yang akan hilang. Ini boleh dikatakan sebagai janji hidup kekal oleh Yesus bagi para muridNya. Oleh karena itu kalau seorang murid dapat bertahan dalam derita maka ia akan memperoleh hidup.

Injil Lukas ini memang sangat menantang, syarat dengan penderitaan, dan membutuhkan kemartiran. Mengikuti Kristus memang bukan hal yang gampang. Orang harus menyerupai Yesus yang berani menderita, memikul salib hari demi hari, siap untuk mati demi iman dan cinta kepada Kristus. Banyak orang bertanya tentang kapan akan terjadi akhir zaman. Ini adalah pertanyaan orang yang tidak beriman. Pertanyaan yang benar adalah bagaimana kita sebagai orang beriman menyambut akhir zaman karena tanda-tandanya sudah jelas disampaikan oleh Yesus. Nah, ketahanan iman akan membawa orang kepada keselamatan kekal.

(RD. Yulius Eko Priyambodo)