Artikel

27-Nov-2016

RD Albertus Kurniadi

Ku Menuju ke Altar Allah dengan Sukacita

sumber: http://www.komkat-kwi.org/sites/default/files/styles/large/public/field/image/adven-1.jpg?itok=6ETBmmvE

Inilah mazmur tanggapan yang kita dengarkan hari ini. Mazmur ini menggambarkan situasi hati manusia yang dengan riang gembira menghadap Altar Allah, yang merupakan meja kurban. Altar Allah menggambarkan tempat dimana manusia mempersembahkan hidupnya guna memperoleh kesukaan dalam perjalanan hidupnya.

Motivasi Baru

Ku melangkah ke Altar Allah mengandung kegembiraan, kesukaan yang tak terkatakan. Luapan kegembiraan ini tercermin dalam hidup manusia yang membawakan buah tangan kepada orang tercinta. Buah tangan ini diberikan sebagai tanda kasih, juga sebagai ungkapan syukur atas peristiwa hidup yang terlampaui.

Ku menuju ke Altar Allah menjadikan kita menemukan satu motivasi baru dalam hidup. Motivasi ini ditemukan dalam diri kita karena manusia menemukan pelabuhan hidupnya, Allah Sang Pemberi Hidup dihampirinya dalam hidup, dalam Altar, dan dalam kurban.

Altar Allah menjadi pelabuhan hidup manusia karena di Altar Allah ini manusia boleh mempersembahkan Roti dan Anggur. Roti dan Anggur menjadi bahan dasar kurban Ekaristi, karena menjadi lambang hidup, karya, dan perjuangan hidup manusia yang dibawa untuk diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus dalam kurban Ekaristi. Kurban inilah yang membawa manusia pada perubahan hidup, dan kegairahan hidup penuh sukacita.

Apa yang dimazmurkan hari ini, mencerminkan suatu harapan, serta kekuatan yang digapai manusia dalam peziarahan hidup . Sukacita hidup dicapai manusia dengan mengarahkan langkahnya pada Allah sebagai pelabuhan hidupnya, yang berarti manusia memiliki keinginan untuk menyertakan Allah dalam hidup sehari-hari, apapun yang didapat oleh manusia dalam hidup. Menyertakan Allah dalam hidup kita berarti membuat hati kita selalu siap sedia memperjuangkan, melakukan tugas perutusan dengan kesungguhan hati karena apa yang kita kerjakan ini membuat kita melangkahkan hati ke Altar Allah.

Menuju ke Altar Allah dengan Adven

Adven datang kembali ke hadapan kita dengan membawa sukacita. Sukacita ini dihembuskan dalam batin. Hembusan membawa kesegaran. Karena hati manusia diajak untuk menuju Altar Allah melihat Sang Mesias lahir membawa kegembiraan yang membuat hati manusia terarah pada Allah dan menjadikan Allah pelabuhan terakhir dalam perjalanan hidup manusia. RD. Albertus Kurniadi