Artikel

18-Dec-2016

Sr. M. Wilfrida, PRR

Mengosongkan Diri

sumber: http://i712.photobucket.com/albums/ww123/negeribangau/advent2_zps78b2a31a.jpg

Saat ini ada kelompok yang sangat peduli akan jadi diri mereka. Sehingga mereka sungguh – sungguh mencari kebenaran dan jati dirinya untuk dapat mendatangkan kedamaian dan ketenangan batin, kebahagiaan keluarga. Bukan hanya itu saja yang diperjuangkan dalam hidup tetapi membuat mereka bisa bersaksi bahwa apa yang mereka dapatkan adalah berkat Allah yang cuma – cuma, semua sungguh bermanfaat dan berarti untuk diri mereka juga untuk keluarga bahkan meluas ke tengah lingkungan dan masyarakat. Itulah kelompok Pria Sejati yang saat ini menjadi cerita dalam kesaksian hidup mereka.

Pria sejati sulit dicari. Pria yang jujur jarang ditemukan. Dalam memasuki Minggu Adven ke IV kita umat beriman dihantar pada Kisah hidup Yesus dan tokoh Yusuf menjadi salah satu tokoh penting dalam Minggu Adven yang ke IV ini, walaupun pekerjaan dan rutinitas Yusuf hanya sebagai seorang tukang kayu yang sederhana.

Yusuf yang sedang bertunangan dengan Maria, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, membuat Yusuf juga bertanya, berpikir dan ikut merenungkan tentang peristiwa nyata yang dialami oleh Maria. Pria siapa yang sejak dahulu kala hingga hari ini akan dapat percaya saja bahwa anak yang dikandung tunangannya berasal dari Roh Kudus. Mustahil untuk dipercayai.

Namun Yusuf sebagai Pria yang sejati dan pria yang tulus masih memiliki akal sehat sehingga tidak mau mencemarkan nama baik tunangannya. Walaupun ada timbul dalam hati, diam – diam kabur dan meninggalkan Maria.

Membangun sebuah rencana dan strategi untuk mengatasi sebuah masalah yang sedang dihadapi sebagai manusia beriman tentu membutuhkan pikiran tulus dan hati terbuka untuk mendengarkan suara Tuhan. Dalam Pergumulan dan pikiran Yusuf, terjawab saat tertidur lelap maka suara Tuhan yang berbicara dalam mimpi memberi suatu pemikiran yang cerah : Yusuf, anak Daud, jangan engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan seorang anak laki – laki dan engkau akan menamakan dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Tuhan hadir dalam mimpi yang memberi satu jawaban yang pasti. Yusuf berbalik karena rahmat Allah berkerja.

Yusuf dihantar dalam kesadaran yang dalam setelah bangun untuk sungguh – sungguh menerima Maria sebagai isterinya. Pria sejati dan jujur yang dimiliki oleh seorang Yusuf adalah sikap pengosongan diri yang hebat. Nilai kebenaran, kesederhanaan, kerendahan hati, dan penyangkalan diri adalah bagian dari kesaksian hidup yang diperjuangkan oleh kita sebagai murid – murid Kristus yang hidup dalam zaman yang serba ada ini. Menerima sebuah tugas penting seperti Yusuf , membutuhkan iman yang teguh, harapan yang kuat dan cinta yang iklas. Yusuf memberi contoh dan teladan iman untuk kita semua. Bahwa sikap tulus dan hati siap sedia adalah sikap seorang murid Kristus karena kita telah menerima sakramen Pembaptisan.

Semoga kita banyak belajar dari Sikap Yusuf yang tulus hati untuk mengatasi setiap pergumulan dan persoalan hidup sambil berjuang dan berusaha sungguh – sungguh untuk menyiapkan hati kita untuk merayakan Pesta Natal yang sudah diambang pintu. Tuhan Yesus memberkati.

Sr. M. Wilfrida, PRR