Artikel

01-Jan-2017

-

Nama “Yesus Kristus” Pada Hari Raya Natal perhatian kita hendaknya terarah kepada seorang pribadi, ialah Yesus Kristus.

Nama “Yesus Kristus”

Pada Hari Raya Natal perhatian kita hendaknya terarah kepada seorang pribadi,

ialah Yesus Kristus.

Penghormatan kepada Nama Tersuci Tuhan kita, “Yesus Kristus”, dimulai sejak zaman para rasul. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (2:10-11) menulis, “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Sama seperti setiap nama memberikan identitas kepada pemiliknya serta mencerminkan hidup pribadinya, nama Yesusu mengingatkan orang akan siapa Yesus, serta apa yang telah Ia lakukan bagi kita. Patut diingat bahwa nama “Yesus” berarti “Tuhan menyelamatkan” atau “Tuhan adalah keselamatan”.

Dengan menyerukan nama Kristus dengan khidmat dan dalam iman, orang berpaling kepada-Nya dan mohon dengan sangat pertolongan ilahi-Nya. Sebuah buku rohani tua menyebutkan empat ganjaran istimewa bagi mereka yangmenyerukan Nama Yesus yang Tersuci.

Pertama, nama Yesus membawa pertolongan dalam kebutuhan fisik.

Yesus Sendiri berjanji pada saat Kenaikan-Nya, “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Mrk 16:17-18) . Setelah Pentakosta, Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah untuk berkotbah dan mendapati seorang lumpuh yang mengemis; Petrus memerintahkan, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu; Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” dan orang lumpuh itu pun mulai berjalan (Kis 3:1-10). Dengan menyerukan nama Yesus, Petrus juga menyembuhkan Eneas (Kis 9: 32 dst).

Kedua: nama Yesus membawa pertolongan dalam pencobaan-pencobaan rohani.

Yesus mengampuni dosa, dan melalui penyeruan Nama Yesus yang Tersuci, dosa-dosa akan terus diampuni. Pada hari Pentakosta, Petrus menggemakan nubuat Nabi Yoel, “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” (Kis 2:21), pengajaran serupa diserukan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (10:13). Sementara Stefanus, martir pertama, dilempari batu, ia menyerukan nama Kristus dan berdoa, “Ya Tuhan Yesus terimalah rohku.” (Kis 7:59). St. Thomas More, sementara menanti eksekusinya, menulis kepada putrinya, Margareta, “Aku tidak akan meragukan-Nya, Meg, meskipun aku merasa diriku semakin lemah dan diliputi ketakutan yang sangat. Aku ingat bagaimana Santo Petrus, karena merasakan hembusan angin, mulai tenggelam karena kurang iman, dan aku akan melakukan seperti apa yang dilakukannya: berseru kepada Kristus dan berdoa mohon pertolongan-Nya. Dan kemudian aku percaya Ia akan menumpangkan tangan-Nya yang kudus atasku dan mengangkatku dari badai laut.”

Ketiga: nama Yesus melindungi orang dari setan dan pencobaan-pencobaannya.

Yesus, dengan kuasa-Nya sendiri, mengusir setan-setan, misalnya di Gadara (Mat 8:28-34). Dengan menyerukan Nama Yesus yang Tersuci, setan akandikalahkan.

Keempat: kita menerima setiap rahmat dan berkat melalui Nama Yesus yang Tersuci.

Yesus bersabda, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yoh 16: 23-24 ). Ringkasnya, Paulus mengatakan, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kol 3:17).