Artikel

19-Feb-2017

Sr. Maria Wilfrida, PRR.

Kasih itu Mengalahkan Segala Kejahatan

sumber: http://www.sesawi.net/wp-content/uploads/2017/02/Sabda-Hidup-15-Febr-2017.jpg

Mendengarkan sabda Tuhan pada Kitab Ulangan: Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel, dan kata-kan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu kudus. Jangan engkau membenci saudaramu didalam hati, jangan engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Janganlah engkau menuntut ba-las, dan janganlah menaruh dendam, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tuhan menyapa kita untuk menjadi duta cinta kasih. Tuhan menyapa kita untuk memiliki hati seperti Dia yang kudus. Tuhan menyapa kita untuk memiliki jiwa yang mau mengampuni walau terkadang berat dan sulit. Tuhan mau agar kita menjadi orang – orang yang rendah hati. Menjadi rendah hati adalah cermin hidup orang kristiani.

Sabda Tuhan pada Jemaat di Korintus: Camkanlah sungguh–sungguh, bahwa kamu adalah Bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu. Bait Allah adalah Kudus dan kamu adalah Bait Allah itu.

Tuhan mengingatkan kita dengan penuh kasih bahwa dalam tubuh kita yang kecil dan rapuh ini, ada sesuatu yang baik dan indah. Ada sesuatu yang berharga dan tidak bisa kita anggap biasa. Tubuh kita yang lemah dan rapuh ini sangat berharga karena juga sebagai Bait Allah, tempat Allah berdiam. Sungguh bangga dan berbahagia bahwa kita bisa memiliki Allah Bapa yang mengakui kita sebagai tempat Dia bersemayam.

Oleh karena itu, kita harus selalu menyadari betapa kasih Tuhan itu luar biasa. Belas kasih dan pengampunan selalu diberikan kepada kita walaupun Kelemahan dan kekurangan, dosa serta pelanggaran banyak kali menghiasi hidup kita.

Berjuanglah untuk menjadikan tubuh kita suci dan kudus sehingga setiap hari kita semakin menjadi berkat bagi setiap sesama yang kita mulai dari keluarga inti setelah itu kita bawah keluar kepada sesama saudara yang ada disekitar kita atau dalam lingkup kerja dan pergaulan kita.

Bacaan Injil Tuhan dalam Mateus, mengingatkan kita bahwa mencintai orang yang kita cintai itu biasa dan akan terus kita buat setiap waktu dan karena sadar bahwa kita dilahirkan juga karena cinta. Namun bila kita bisa mencintai orang yang membenci kita, itu jauh lebih luar biasa. Membalas dendam kepada orang yang membenci kita itu perbuatan manusiawi. Namun bila mencintai dan mendoakan seteru–seteru kita, ini perbuatan ilahi.

Yesus mengajak kita untuk menjadi orang yang luar biasa, bukan biasa-biasa saja, bukan manusia normal-normal saja melainkan menjadi manusia ilahi. Yesus meminta kita untuk bertumbuh dan semakin bertumbuh menjadi sempurna seperti Allah Bapa yang sempurna. Dengan cara meninggalkan hukum balas dendam, iri hati, benci, dan marah, gigi ganti gigi dan menggantinya dengan HUKUM CINTA KASIH. Kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tapi sebaliknya membalas dengan mengasihi dan mendoakan.

Sebagai pengikut Yesus, kita berkewajiban untuk memperbesar peluang mencintai dan mengasihi siapapun tanpa melihat suku, agama, dan kedudukan, dll dan berjuang untuk memperkecil bahkan mampu meniadakan kebencian yang saat ini sangat kita rasakan.

Yesus Tuhan kita telah menunjukan teladan kasih itu. Mari kita meneladani dan mewujudkannya.