Artikel

05-Mar-2017

Fr. Yoseph Didik Mardiyanto

Waspadalah pada Promo-promo Menggiurkan dari Iblis!

sumber: https://lh4.googleusercontent.com/-rczqRMdYDSA/TYGMRwRnfUI/AAAAAAAAAH4/ZkEvJWJapzs/w1200-h630-p-k-nu/iblis-mencobai-jesus-tuhan-jenis-apa-part-02.jpg

Setelah turun dari kereta di Stasiun Lenteng Agung, dan melanjutkan perjalanan dengan angkot 219, saya iseng menghitung toko-toko serba ada, di sepanjang Lenteng Agung sampai Kelapa Dua. Dari perhitungan saya yang iseng itu, terkumpullah angka 23 buah toko serba ada, yang terkenal dengan kasir dan pelayannya yang ramah, yang selalu menyapa dengan : “Selamat datang di I*****et, selamat berbelanja!” Semenjak beberapa tahun lalu, toko-toko serba ada ini berkembang pesat bak jamur di musim hujan. Namun, yang menjadi andalan dari toko-toko serba ada ini adalah keragaman barang dan pelayanan yang ditawarkan, mulai dari makanan, alat mandi, sembako, sayuran, pulsa, beli tiket, bayar listrik, gas dan seterusnya, sehingga banyak orang mengandalkan toko-toko serba ada ini untuk berbelanja. Namun, tunggu sebentar, bahwa di balik kelengkapannya ini, ada bahaya tersembunyi yang menyeruak di baliknya. Salah satunya adalah kasir sebagai ujung tombaknya. Tidak heran, niatnya cuma beli sabun dan shampoo, namun pulang bisa membawa handuk yang kebetulan sekedar promo. Selain itu, penataan tempat dan cahaya dari toko-toko serba ada diatur sedemikian rupa, sehingga orang betah berlama-lama untuk menimbang-nimbang membeli barang-barang yang ditawarkan. Dan dalam benak, sembari merenungkan bacaan Injil hari Minggu Pra Paskah ini, Iblis itu barangkali seperti toko serba ada, yang selalu punya cara mengiming-imingi manusia untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin dilakukan. Iblis selalu punya ‘promo-promo’ menggiurkan sehingga manusia tertarik untuk melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji. Setan tahu persis kebutuhan sekaligus kelemahan-kelemahan manusia.

Dalam bacaan Injil, dikisahkan bahwa Yesus membiarkan diri digodai oleh Iblis. Namun, mengapa Dia bersedia digodai Iblis? Tentu, bukan untuk kepentingan DiriNya sendiri, namun dilakukan justru demi kepentingan manusia, supaya manusia juga belajar, cara menghadapi godaan-godaan Iblis dengan tepat, sehingga manusia menjadi semakin yakin bahwa hanya kepada Tuhanlah segala sesuatu telah dicukupkan. Ujian pertama dari Iblis, adalah ujian material, atau kebutuhan-kebutuhan hidup. Iblis berkata: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Roti adalah simbol kebutuhan hidup, atau materi. Iblis tahu bahwa Yesus baru saja melaksanakan puasa 40 hari 40 malam, dan tentu saja sedang sangat-sangat lapar. Iblis seolah memberi ‘jalan keluar’, dengan mengusulkan kepada Yesus untuk mengubah batu menjadi roti, agar mendapatkan makanan. Namun Yesus tidak menuruti, dan berkata: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Masalah materi, ekonomi kebutuhan hidup, kadang membuat banyak orang meninggalkan Tuhan, bahkan nekat mengandalkan kuasa-kuasa gelap. Ujian kedua, ujian tentang popularitas. Yesus dibawa Iblis ke bubungan bait Allah dan kemudian berkata: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada batu.” Yesus tidak tergoda untuk melakukan ini, apalagi kalau hanya ingin mendapatkan sorak-sorai, tepuk tangan dan puji-pujian dari orang yang melihatNya, dan menjawab Iblis: ”Ada tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Godaan popularitas mewabah di dalam banyak bidang hidup, bahkan dalam pelayanan-pelayanan kita, sehingga kita tidak lagi mewartakan Allah, tapi justru mewartakan diri sendiri. Ujian ketiga, ujian tentang kekuasaan. Iblis menawarkan segala isi dunia kepada Yesus, dengan berkata: “Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Namun, Yesus berkata: “Enyahlah Iblis!” Hari-hari ini, banyak orang yang menjual iman dan keselamatan karena tergiur oleh jabatan, pasangan hidup dan banyak hal yang ditawarkan oleh dunia.

Di Minggu Pra Paskah I ini, kita langsung dihadapkan pada macam-macam godaan yang menjadi sumber dosa manusia, dan Yesus berhasil menaklukkan godaan-godaan tersebut, maka semoga kita pun senantiasa dimampukan untuk melawan godaan-godaan tersebut. Selamat pagi, selamat berhari Minggu dalam Tuhan. Tuhan Memberkati. Fr. Yoseph Didik Mardiyanto