Artikel

19-Mar-2017

RD. Yustinus Joned Saputra

Mata Air yang memancar sampai ke hidup yang kekal

sumber: https://margonolucas.files.wordpress.com/2014/03/yesus-23-mart.jpg?w=1400

Renungan Minggu Prapaskah III dari Injil Yohanes berisi tentang percakapanNya dengan perempuan Samaria di pinggir sumur. Ini mau menggambarkan pesan dan sikap Yesus tentang perempuan yang harus kita perhatikan. Perempuan itu datang ke sumur untuk mengambil air. Tetapi setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Yesus, perempuan itu seolah-olah lupa akan tujuannya datang ke sumur untuk mencari air. Sebagai orang yang sadar akan keburukan hidupnya ia peka mendengarkan dan memahami maksudNya. Sampai ia yakin Yesus adalah nabi. Menanggapi keyakinan si perempuan itu, Yesus memberitahukan kepada perempuan itu, bahwa Ia adalah Almasih, Penyelamat yang dinanti-nantikan. Si perempuan itu meninggalkan tempayan, tempat air yang dibawanya, seolah-olah dilupakannya, dan malahan pergi ke kota untuk memberitahukan kabar gembira yang dialaminya itu kepada orang banyak.

Perempuan dalam perikop ini menghadapi beberapa tekanan: Pertama,ia jelas berasal dari bangsa Samaria. Menyandang status sebagai orang Samaria pada masa itu tidaklah terpandang di mata orang Yahudi. Yohanes pun perlu menambahkan dalam catatannya bahwa"orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria."(ay 4). Sejarah mencatat bahwa orang Samaria dan Yahudi memiliki catatan perseteruan yang panjang. Meski berasal dari akar yang sama, keputusan mereka untuk menikahi orang-orang dari negeri lain dan menyembah allah lain membuat mereka dipandang hina oleh orang Yahudi. Kedua, ia adalah seorangperempuan. Dalam status budaya saat itu perempuan bukanlah ditempatkan diposisi utama. Pria memiliki status yang lebih tinggi dari perempuan pada saat itu.Melalui perikop ini, kita diingatkan bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Orang berdosa yang bertobat diselamatkan. Bukan hanya itu, orang berdosa bahkan juga digunakan oleh Yesus untuk ikut menyiapkan pertobatan juga dalam hati sesama. Ia tidak membuat perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Yesus ingin merangkul semua yang membutuhkan pewartaanNya. Kosongan dan kerinduan jiwanya, air yang mampu menyegarkan kembali jiwa yang sedang haus."..barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."(ay 14).