Artikel

26-Mar-2017

RD. Robertus Eeng Gunawan

Anak Terang dan Anak Gelap

sumber: http://3.bp.blogspot.com/-rE9b-RsOsrA/Tp7LPR8xExI/AAAAAAAAAFM/qzdu4sgirqQ/s1600/jesus_childr.jpg

Ada seorang anak yang baru berumur 6 tahun datang kepada ibunya dan berkata,”Mama …… mulai sekarang mama dan papa harus membeli cream pemutih kulit sebanyak-banyaknya untuk kita semua. Kalau tidak nanti jika kita mati, semua akan masuk neraka. Kita ini kulit hitam, khan ? Kulit hitam itu gelap, dan gelap itu tidak akan masuk surga. Yang masuk surga hanya orang-orang kulit putih.“ Sambil tersenyum ibunya menjawab, ”Semua orang, kulit apa saja, jika ba-nyak berbuat baik dan benar akan masuk sorga.”

Bacaan di hari minggu sukacita ini menampilkan dua gaya hidup, yakni hidup sebagai anak-anak terang dan anak-anak gelap. Yang menjadi pertanyaan: siapa itu anak terang dan siapa itu anak gelap? Apakah anak terang dan anak gelap sama seperti yang dimengerti oleh anak kecil tadi? Tentu saja tidak. Rasul Paulus menjelaskan kepada kita bahwa anak-anak terang adalah mereka yang dalam hidup dan karyanya menampilkan kebaikan-kebaikan kepada sesama. Anak-anak terang adalah mereka yang hidupnya berbuat benar dan berkenan pada Allah. Mereka bukanlah orang-orang yang tidak pernah berdosa. Anak-anak terang adalah orang-orang yang selalu mau bangkit dari dosa, mau bertindak jujur dan tulus, yang menjauhi segala macam perbuatan tercela. Mereka senang melakukan kebaikan, dan tidak pernah menutup-nutupi atau melindungi kejahatan dan kebohongan. Mereka memiliki kejujuran dan cinta kasih kepada Allah dan sesama. Saudaraku, kita telah diangkat menjadi anak terang berkat pembaptisan. Karena itu marilah kita hidup sebagai anak-anak terang. Dan kita akan membuang jauh-jauh kebiasaan dan cara hidup yang merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat kita. Kita akan teku berdoa dan mengikuti Ekaristi bersama, lalu melakukan apa yang membahagiakan keluarga dan masyarakat. Di sanalah kita menjadi anak-anak terang.