Artikel

07-May-2017

Fr. Yoseph Didik Mardiyanto

Panggilan dan "Panggilan"

sumber: http://www.sesawi.net/wp-content/uploads/2016/04/17-April-2016-Renungan-Adorasi-Harian-Pic-2.jpg

Setiap orang terlahir dengan sebuah nama. Sebuah nama, bukan sekedar sebagai penanda, namun dalam nama, juga terselip doa dan harapan dari yang memberi nama. Perihal nama sebagai penanda, masing-masing orang dikenal dari namanya. Makanya, ada nama panggilan, artinya nama tersebut akan digunakan untuk menyebut atau memanggil pribadi atau orang tertentu, maka sebuah nama adalah keunikan dan kekhasan. Walaupun, terkadang, nama panggilan tidak sesuai atau tidak memiliki kemiripan dengan nama asli (nama sesuai KTP atau KK, kurang lebih begitulah), namun nama panggilan itu tetaplah sebagai sebuah penanda yang unik dan khas. Maka, kadang, terciptalah nama panggilan yang khas, unik dan ‘nyeleneh’, semisal ‘Mrs. Tahu’, karena orang tersebut memiliki rasa suka yang berlebihan akan makanan bernama tahu, dan ada juga yang dipanggil dengan ‘Kriting’, karena entah rambut atau wajahnya berbentuk gelombang kecil-kecil alias keriting; dan masih banyak lagi varian nama panggilan yang akhirnya mewakili kekhasan dan keunikan masing-masing orang.

Dalam bacaan Injil pada Minggu Paskah IV ini, Yesus menyebut dirinya sebagai Gembala yang Baik. Yesus, adalah pribadi yang memiliki banyak keutamaan, maka tidak mengherankan jika Dia memiliki sekian banyak ‘nama panggilan’, mulai dari roti hidup, pokok anggur, jalan kebenaran dan kali ini, Dia menyebut diri sebagai Gembala yang Baik. Keutamaan seorang gembala yang digunakan untuk menggambarkan Yesus yang adalah pribadi yang bersedia menjaga kawanan domba, memanggil masing-masing domba dengan namanya, dan domba-domba mengenal suara gembalanya maka bersedia mengikuti gembalanya. Nah, kembali soal nama panggilan tadi, bahwa itulah kehebatan seorang gembala, yang bisa mengenal setiap domba dengan menyebut namanya masing-masing. Yesus pun demikian, mengenal masing-masing pribadi dari kita, dan menyebut nama kita masing-masing dengan khas dan unik, sesuai pengalaman hidup kita.

Minggu ini, adalah Minggu Panggilan Sedunia. Kita hendak bersyukur bahwa Yesus sebagai Gembala yang Baik, senantiasa memanggil setiap orang dengan namanya masing-masing, namun juga memanggil sekian banyak orang untuk mengikutiNya secara khusus sebagai biarawan-biarawati. Panggilan khusus ini, adalah panggilan yang unik dan khas, yang bisa dirasakan oleh masing-masing pribadi orang yang terpanggil. Kita dipanggil dalam karya menjadi gembala yang baik dalam kesaksian hidup kita masing-masing. Orang tua dipanggil menjadi gembala bagi anak-anak, biarawan-biarawati dipanggil menjadi gembala bagi komunitas dan gereja, para guru dipanggil menjadi gembala yang baik bagi murid-muridnya; dan seterusnya. Semoga, di hari Minggu Panggilan Sedunia ini, selain kita menyadari bawah setiap dari kita memiliki panggilan yang unik dan khas dari Yesus, Sang Gembala Baik, namun juga diajak untuk meneladan Gembala yang Baik untuk menciptakan kehidupan yang penuh iman, pengharapan dan kasih dalam komunis-komunitas hidup kita (keluarga, gereja dan masyarakat), sehingga komunitas-komunitas tersebut menjadi tempat kesaksian hidup yang tepat tentang Yesus, Gembala yang Baik, dan sekaligus menjadi tempat yang subur untuk tumbuh kembang panggilan hidup khusus, sebagai imam, bruder dan suster.

Selamat pagi, selamat meneladan Yesus, Gembala yang Baik untuk mewujudkan komunitas-komunitas hidup beriman yang senantiasa terarah kepadaNya. GBU.