Artikel

08-May-2017

Tatik

Hari Minggu Panggilan di Paroki St. Thomas

sumber: //c1.staticflickr.com/5/4169/34140982560_9cf6359c3c_c.jpg

Minggu, 7 Mei 2017, adalah Hari Minggu Paskah IV, yang dirayakan juga sebagai Hari Minggu Panggilan Sedunia. Seperti halnya Paroki lain, Paroki St. Thomas pun merayakan Hari Minggu Panggilan ini dengan meriah.

Diawali pada Sabtu, 6 Mei, para Ketua-ketua Lingkungan menjemput para frater, suster, dan seminaris, ke Lingkungan mereka masing-masing untuk Live In. Para frater, suster, dan seminaris itu tinggal satu malam di salah satu rumah umat yang ditunjuk oleh Lingkungan. Untuk kemudian mereka bersilaturahmi dengan warga lingkungan. Mereka juga melakukan kunjungan pada para lansia di masing-masing lingkungan.

Lalu pada hari Minggunya para frater, suster, dan seminaris, diantar oleh keluarga-keluarga yang mereka tinggali untuk merayakan Perayaan Ekaristi bersama.

Perayaan Ekaristi minggu itu dipimpin oleh Pastor Paroki RD Robertus Eeng Gunawan, yang dibuka oleh tarian adat Flores oleh suster PRR dan anak-anak panti asuhan. Arak-arakan diawali dengan anak-anak sekolah minggu yang mengenakan pakaian suster, frater, bahkan Bapa Uskup, lalu para frater, suster, dan seminaris yang melakukan kegiatan Live In.

Dalam homilinya, Romo Eeng mengatakan bahwa siapa yang bisa memimpin dirinya maka ia dapat memimpin orang lain. Kita dipanggil untuk mewartakan Yesus kepada orang lain.

Homili Romo Eeng diteruskan oleh kesaksian iman seorang frater dan seorang suster biarawati. Frater Bonaventura mengatakan bahwa panggilan adalah sebuah anugerah yang diberikan kepada Allah. Ia tetap merasakan bahagia meski hidup di dalam seminari. Apa yang membuatnya bahagia adalah semangat hidup berkeluarga, yang bisa memberinya kekuatan.

Sementara suster Erna menceritakan bagaimana awal mulanya hingga ia memutuskan untuk menjalani panggilannya ke biara. Ia merasakan bahwa bahasa kasih lebih besar daripada bahasa kata. Untuk itulah ia memberikan cintanya kepada anak-anak yang membutuhkannya.

Selesai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Aula bersama para frater, suster, seminaris, dan anak-anak sekolah minggu.

Mari, kita dengarkan panggilan Tuhan, agar kita bisa mewartakan kasih Yesus.