Artikel

27-Aug-2017

Petrus JS

Menerima Tugas dengan Ikhlas

sumber: http://1.bp.blogspot.com/-ZuOgBRb-StA/TvHihxg9jKI/AAAAAAAAAB0/pdj2efckBSM/s1600/siapakah-aku-ini-mat-16.jpg

Yesus bertanya kepada para murid, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka, jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

“Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:18) Pengakuan Petrus mengenai Yesus sebagai Mesias mencerminkan pengharapan para murid Yesus akan membebaskan Israel dari para musuh dan mendirikan Kerajaan Allah di dunia. Ungkapan Anak Allah yang hidup, membenarkan dan mengatasi semua implikasi yang ada dalam sebutan “Mesias”. Petrus dipilih dan diberi mandat istimewa oleh Yesus. Dan dengan kuasa Yesus, Petrus memiliki tugas khusus, yakni mengikat dan melepas rahmat ilahi baik di dunia maupun di surga.

Perayaan Ekaristi hari ini mengingatkan kepada kita semua umat beriman, bahwa berkat Sakramen Baptis, kita memiliki 3 (tiga) tugas istimewa yang hendaknya diwujudkan, baik sebagai nabi, imam, dan raja.

Petrus, para rasul dan penggati-pengganti mereka yaitu Paus dan Uskup-Uskup adalah dasar dan sokoguru Gereja. Mereka itu diberi kepercayaan oleh Kristus tugas untuk memimpin, mengepalai, mengatur dan mempersatukan Gereja. Kita semua bersama dengan mereka adalah Gereja. Tanggung jawab kita adalah untuk bekerjasama dengan mereka, dengan kepercayaan dan kedewasaan, kita mengambil bagian dalam menanggung beban mereka dan membangun Gereja bersama mereka. Kita adalah Gereja Kristus.

Sungguh luar biasa kuasa yang diberikan kepada kita, Gereja. Kunci Kerajaan Surga diserahkan kepada kita dan alam maut pun tak kuasa melawan Gereja. Allah lebih mempercayai kita dibandingkan kita percaya kepada Allah. Wujud konkrit adalah bagaimana Kristus mempercayakan Gereja-Nya ke dalam tangan orang-orang yang lemah, rapuh, penuh kekurangan dan keterbatasan, malahan penuh dosa dan pelanggaran. Namun, Kristus mempercayai kita sampai akhir zaman.

Kita ditugasi sebagai agen-agen pewarta kasih dan keselamatan bagi semua orang, untuk menghantar orang-orang memperoleh sorga. Bukan atas jasa dan kekuatan sendiri melainkan, semuanya karena karunia dan kebaikan Allah, bukan karena kehebatan atau kelebihan kita. Barangkali malah kita sama sekali tidak pantas untuk menerima tugas perutusan itu. Benarlah akan seruan Santo Paulus dalam bacaan yang kedua: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!” Mengapa Petrus, mengapa Gereja, mengapa kita yang dipilih Allah? Hanya Allahlah yang tau.

Kita mengakui dan percaya bahwa Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup. Dialah Tuhan dan penyelamat kita yang telah membebaskan kita dari tirani dosa dan beban kesalahan. Semoga iman kita semakin kokoh seperti iman rasul Petrus. Dan kita diberi keberanian untuk bersaksi di tengah masyarakat bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Penyelamat. Dengan demikian kita juga dimampukan dalam kedalaman pemahaman akan rahmat pewahyuan untuk menyelami keaneka kebenaran Kristiani. Dengan rendah hati kita akan mengakui tidak pernah akan sampai kepada kepenuhan dengan usaha kita sendiri, tetapi harus terus membiarkan Allah menuntun dengan tangan-Nya yang kokoh dan teduh. Apa yang menyelamatkan dan membuat manusia bisa dibenarkan di hadapan Allah?

Jawabannya: bukan karena usaha manusia, melainkan melulu karena rahmat Allah (sola gratia), yang dianugerahkan melalui Kristus (solo Christo), sebagaimana nampak dalam kesaksian Kitab Suci (sola scriptura) dan kita terima dengan iman (sola fide).

Allah tetap setia menyertai Gereja-Nya. Iman Petrus menjadi sumber inspirasi bagi kita semua. Kendati jatuh bangun, dengan gigih mereka menjadi saksi dan mewartakan Kristus yang Bangkit. Iman akan Kristus yang bangkit itu menguatkan dan mempersatukan kita sehingga kita dapat menjadi jalan keselamatan bagi sesama. Banyak orang dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk terlibat dalam misi keselamatan. Tak jarang, kepada mereka itu, Allah memberikan mandat khusus, berupa tugas kepemimpinan di antara para umat dengan penuh keiklasan dan menjadi pemersatu umat bukan sebaliknya. Sehingga Allah senantiasa dipermuliakan. (#petrus js.)