Artikel

19-Nov-2017

RD David Lerebulan.

Inovasi dan Investasi Iman “Upgrade-lah iman Anda seperti Anda meng-upgrade handphone Anda”

sumber: https://sangsabda.files.wordpress.com/2013/08/perumpamaan-tentang-talenta.jpg

Dulu pada zamannya Nokia sebagai sebuah brand handphone merajai pasar gadget di Indonesia. Begitu masuk Blackberry, Nokia lambat laun ditinggalkan. Nama besar Blackberry berangsur menurun ketika platform BBM tidak lagi menjadi andalannya. Android mulai menggeliat dan terus berinovasi sehingga lambat laun orang pun meninggalkan unggulannya yang terdahulu. Salah satu brand yang menjadi pesaing Nokia pada zaman dahulu yaitu Samsung, kini bertransformasi menjadi sebuah brand selular yang giat berinovasi. Samsung yang pada zaman keemasan Nokia kurang begitu diperhatikan kini telah membalikkan keadaan. Demikianlah inovasi demi inovasi telah menambahkan nilai lebih pada brand-brand tersebut di atas. Tanpa inovasi yang lebih, ketertinggalan dan mirisnya lagi tidak dipilih menjadi sebuah keniscayaan.

Bacaan minggu ini mengetengahkan perihal Kerajaan Surga yang diumpamakan dengan seorang tuan yang memberikan talenta pada masing-masing hambanya sesuai dengan kesanggupannya ; ada yang lima talenta, dua talenta dan satu talenta. Para hamba itu dengan sedemikian rupa menjalankan talenta-talenta tersebut. Hamba dengan lima talenta mengembangkannya sehingga menghasilkan laba lima talenta. Demikian pula dengan hamba yang memiliki dua talenta yang telah mengembangkannya sehingga menghasilkan laba dua talenta. Sementara hamba yang diberi kepercayaan dengan satu talenta tidak mengolah talenta tersebut tetapi menguburnya sehingga tidak membuahkan apa-apa. Tuan itu memuji kedua hamba yang kreatif dengan usahanya dengan perkataan : “Baik sekali perbuatanmu itu hai hamba yang baik dan setia”.

Berkisah dari perumpamaan tersebut, Yesus mengingatkan bahwa setiap orang telah diberikan karunia sesuai dengan kesanggupannya. Maka dalam hal ini tidak ada ruang bagi manusia untuk saling membandingkan diri. Setiap orang diberikan anugerah sesuai dengan porsinya. Kadang dalam hidup kita, kita selalu nyinyir dan nyindir orang ketika hidup kita dibandingkan dengan orang lain atau ada situasi-situasi yang tidak sesuai dengan harapan kita. “Kok orang itu sukses sih padahal kan.....” atau “Kok orang itu cantik tapi pasangannya kok kayak gitu sih”. Mulailah pikiran kita pun cenderung negatif thinking. Ingat, Allah memberikan sesuai dengan kesanggupannya dan hasil yang terbaik akan diperoleh bagi mereka yang “baik dan setia” sebagaimana pujian Tuan atas hamba-hambanya tadi.

Persoalannya apakah talenta itu harus identik dengan kemampuan, bakat dan hal-hal lainnya yang cenderung positif? Bagaimana dengan masalah dan beban hidup? Dapatkah itu disejajarkan juga dengan talenta tetapi dalam persepsi yang berbeda ? Bila dipahami dengan pernyataan “masing-masing menurut kesanggupannya” maka hal ini menegaskan bahwa ketika Allah pun megizinkan beban dan masalah jadi bagian hidup manusia, itu semua tidak pernah melebihi kesanggupan manusia selama manusia mau tetap “baik dan setia”.

Nilai lain yang ingin ditekankan dalam kisah ini adalah kepiawaian manusia dalam mengolah segala talentanya. Allah tidak memuji hamba yang mendiamkan talentanya. Demikian pun Allah tidak akan memuji hidup dan iman kita yang monoton, begini-begini saja. Sebagaimana dicontohkan oleh dua hamba yang mau menjalankan talentanya sehingga berkembang, Allah mengajak kita pula untuk mau menambahkan nilai lebih pada hidup kita. Hal-hal sederhana bisa dimulai dari mengubah kebiasaan yang tidak baik menjadi lebih baik. Biasanya ke gereja datangnya mepet atau terlambat, minggu depan datang lebih awal. Biasanya duduk di belakang saat misa, kini duduk lebih ke depan lagi. Biasanya pakai baju seadanya, kini ke Gereja memakai pakaian yang lebih pantas. Bila selama ini masih menjadi umat yang hanya sebatas ke gereja saja, kini mulailah membaur dalam pertemuan di lingkungan. Beragam kegiatan seperti KEP, ME, Priskat dan Wanita Bijak bisa menjadi pilihan untuk mengupgrade iman. Dengan demikian hidup dan iman kita pun mulai memiliki nilai investasi dan inovasi yang lebih dari sebelumnya.

Semoga pada saatnya nanti dijumpai oleh Tuan kita yang Maha Agung, kita pun beroleh penambahan nilai dan kualitas hidup dan Tuan kita pun menyebut kita “ Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia”. Jangan bangga kalo kita sudah sukses berinvestasi secara ekonomi bila iman kita tidak berinovasi dan ditingkatkan investasinya. Upgrade-lah iman Anda seperti Anda meng-upgrade handphone Anda. Selamat hari minggu. Tuhan memberkati. RD David Lerebulan.