Artikel

10-Dec-2017

Petrus JS

Persiapkanlah Jalan untuk Tuhan

sumber: http://4.bp.blogspot.com/--RO4hnP65CE/UwQ1YrD6jMI/AAAAAAAAAL4/K20Ki54ONsw/s1600/14.jpg

“Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu”. (Mrk 1:2)

Yohanes Pembaptis tampil sebagai pendahulu dan pembuka jalan bagi Yesus Sang Kabar Gembira itu. Dalam minggu Adven kedua ini ditampilkan tiga orang yang memperkenalkan kepada kita tokoh utama dalam kehidupan kita yaitu Yesus Kristus, Putra Allah (Mrk 1:1). Nabi Yesaya dalam bacaan pertama menghibur bangsanya yang sedang menderita di tanah pembuangan: Allah tetap setia kepada perjanjian dengan bangsa Israel. Dia siap mengantarkan bangsanya itu keluar dari belenggu pembuangan dan memulihkan kemerdekaan mereka.(Yes 40:1-5. 9-11).

Dalam bacaan kedua (2Ptr 3:8-14), mengingatkan kepada kita untuk tidak kehilangan kesabaran menantikan kedatangan Tuhan yang bangkit. Orang beriman diajak menuju hidup di masa depan yang murni, bahkan mengambil bagian dalam kodrat ilahi, menerima janji-janji Allah dan mempersiapkan diri untuk menyongsong akhir zaman. Tujuannya adalah langit dan bumi yang baru di mana ada kebenaran. Dalam Injil (Mrk 1:1-8) Yohanes Pembaptis mengundang kita untuk berpaling kepada Dia yang membaptis kita dalam Roh Kudus. Yohanes sendiri mempersiapkan kedatangan Kristus dengan pewartaan dan dengan cara hidupnya. Kita mengadakan persiapan serupa dengan pertobatan hati.

Situasi hidup kita setiap hari dihadapkan dengan begitu banyak persoalan kehidupan, baik yang menyangkut kehidupan pribadi(keluarga) maupun bersama sebagai waga masyarakat. Terjadinya peristiwa alam seperti banjir, tanah longsor, gunung meletus yang berakibat dan berdampak langsung bagi manusia.Munculnya berbagai penyakit yang diderita oleh manusia. Kejahatan dan perilaku yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran muncul ditengah masyarakat, tiupan kencang kabar hoaks juga berdampak serius dan merusak bagi tata nilai sebagai manusia, bila tidak mampu dengan cerdas mengolah dengan bijak. Munculnya kegelisahan, saling mencurigai sesama warga, kebencian, dendam, kesedihan dan kepahitan hidup serta penderitaan.

Dalam situasi seperti itu liturgi minggu ini memberitakan permulaan Injil tentang Yesus Kristus Anak Allah(Mrk 1:1). Kedatangan Yohanes Pembaptis merupakan awal dari rencana Allah untuk melepaskan manusia dari belenggu yang mencengkeram hidup manusia. Allah melepaskan kita dari kematian, dan mengantarkan kita masuk ke dalam kehidupan melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Kabar Gembira inilah yang harus menjadi dasar utama bagi kita untuk tetap dalam pengharapan. Manusia mempersiapkan jalan Tuhan dan meluruskan jalanNya, ia memeriksa batinnya, ketika mencermati perbuatannya, perkataannya dan pikirannya; ketika ia berani berkata bahwa yang baik itu baik, dan yang buruk itu buruk; ketika ia tanpa segan-segan mengakui dosa-dosanya di dalam sakramen Tobat, menyesalinya dan berjanji untuk tidak berdosa lagi. Inilah yang dimaksud dengan “meluruskan jalanNya.” Ini juga berarti menerima kabar gembira keselamatan yang datang dari Allah.

Kabar gembira menjadi nyata dalam hati, manusia perlu membuka hatinya yang tertutup rapat terhadap Injil, maka Allah akan berbicara tentang damai kepada umatNya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya (Mzm 85:9, Mazmur tanggapan). Bukan kebalikannya: manusia mau mengikuti perintah Allah hanya sejauh itu menyenangkan dan sesuai dengan keinginannya.

Yohanes mengajak kita bertobat, meninggalkan cara pikir, kebiasaan, sikap, perilaku lama supaya layak menyediakan jalan bagi Kristus dan bagi setiap orang yang mau mengikuti-Nya. Yesus datang membawa penghiburan, kabar gembira bagi semua orang. Awal semua itu adalah persiapan (Yes 40:3; Mrk 1:3). Kedatangan-Nya harus dipersiapkan!

Bagaimana dengan persiapan kitapada masa adven ini? Sudahkan hati kita ditahirkan dan hidup kita diluruskan sehingga “kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya dalam perdamaian dengan Dia” (2 Ptr 3:14)? Siapkanlah jalan bagi Tuhan! Luruskanlah jalan-jalan-Nya! Setiap orang akan melihat keselamatan Allah. (petrusjs)