Artikel

21-Aug-2011

ONO

Sie. Kerasulan Kitab Suci: Sosialisasi BKSN 2011 "Metode Perumpamaan"

Sosialisasi BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) mengetengahkan 'perumpamaan' dalam metodenya. Metode ini dipilih mengacu kepada tokoh Yesus yang dalam sepertiga pengajaranNya di dalam injil, disampaikan melalui perumpamaan. Dalam injil sipnotik(Matius, Markus, Lukas) terdapat 11 perumpamaan. 9 perumpamaan didapati dalam Injil Matius dan Lukas. 10 perumpamaan pada Injil Matius. 15 perumpamaan dalam Injil Lukas. 1 perumpamaan dalam Injil Markus. 2 perumpamaan pada Injil Yohanes.

4 topik perumpamaam dipilih dalam BKSN tahun ini, yaitu: pertama: “Orang Samaria yang Baik Hati”, kedua: “Anak yang Hilang”, Ketiga: “Lalang di Ladang Gandum”, Keempat: ‘Pengampunan’. Tanpa membeda-bedakan suku, agama, bangsa, kaya, miskin, ‘gender’, religius; menjadi inti pokok dalam topik pertama. Belas kasih Allah tidak memperhitungkan kesalahan/dosa manusia; menjadi inti pokok topik kedua. Kenyataan hidup dengan menjadi murid Kristus harus tampil beda (benih yang baik); menjadi inti pokok topik ketiga. Dalam topik keempat penekanan pada penyadaran kepada tiap pribadi untuk semakin menyadari “anugrah pengampunan Allah” yang diterima dan mendorong untuk mengampuni sesama dengan tulus hati, tanpa batas/syarat/henti.

Dalam paparannya, tim dari keuskupan menyampaikan juga metode ‘bercerita’ dalam menyampaikan injil. Beberapa manfaat dalam metode bercerita, diantaranya: Cerita dapat sungguh hidup dan hadir di depan pendengar. Pendengar dapat mengindetifikasikan diri dengan tokoh-tokoh cerita. Pendengar dapat nengambil pelajaran dari isi cerita. Pendengar dapat membuat perbandingan dengan hidupnya sendiri. Pendengar terlibat secara emosional (sedih, gembira).

Bercerita mempunyai ciri karesteristik, diantaranya: Berupa narasi(naratif), Bermakna ganda(figuratif), Dimaksudkan untuk meyakinkan pendengar(retorik) dan mempunyai nilai religius/etis.

ONO, sumber: bahan sosialisasi BKSN 2011 Keuskupan Bogor.