Artikel

31-Aug-2014

RD. Albertus Kurniadi

HARGA DIRI

Pada zaman sekarang banyak orang melakukan perlombaan dalam berbagai macam bidang kehidupan. Perlombaan terjadi tanpa disadari, berjalan bagai air yang menggalir. Perlombaan  membuat manusia tak lagi mampu membedakan mana yang utama dan mana yang kedua. Akhirnya berdampak pada meningkatnya kebutuhan hidup manusia yakni meningkatnya kebiasaan membeli barang serta menurunnya harga diri manusia karena gengsi.

Kejadian ini terlihat dari dinamika manusia yang rela antri berjam-jam di pom bensin, antri parkir di pusat-pusat perbelanjaan, antri di restoran-restoran yang katanya merupakan tempat bergengsi di saat ini, kalau belum kesana belum sempurna, “hari gini belum ke mall”. Belum ke mall menjadi kata jebakan, menjebak semua orang untuk menuju kesana. Baik orangtua, orang muda mereka yang memiliki banyak uang maupun yang pas-pas. Sikap ini nampak pada pola hidup manusia yang pergi Ke mall untuk melihat, ke mall  untuk parkir sehingga menyebabkan orientasi manusia berubah. Ada menggalami ketidak nyamanan, karena tak tahu harus kemana, dan mau beli apa. Itulah yang menyebabkan harga kebutuhan hidup meningkat sedangkan harga diri menurun.

Dalam bacaan hari ini nampak bahwa menjadi murid Yesus bukan soal pangkat dan kedudukan melainkan soal menjadikan Yesus lebih berharga dari pada yang lainnya. Pangkat dan kedudukan ini dinyatakan oleh Petrus yang menyatakan Yesus sebagai Mesias. Mesias yang berkuasa namun pandangan Petrus ini disanggah oleh Yesus dengan mengatakan dan melakukan Nya dalam tugas perutusan yaitu Mesias harus menderita, menyangkal diri, dan mengikuti Yesus, dan Yesus akan menyelamatkannya. Mesias yang dikatakan dan dikerjakan oleh Yesus menggajak kita untuk melakukan berbagai macam ketegasan dalam hidup. Ketegasan ini membawa keberanian bagi setiap orang untuk mempersembahkan hidupnya sebagai persembahan yang benar,  yang sempurna dan berkenan kepada Allah. Persembahan yang sempurna yang benar yang berkenan pada Allah lahir dari berbagai macam pergulatan hidup manusia sehari-hari, dimana segala macam kegiatan yang dilakukan dan diperjuangkan manusia memberi peluang bagi manusia untuk menentukan mana yang lebih, sehingga manusia berani untuk menentukan yang dikerjakannya saat ini, mana yang menjadi perioritas utama. Maka tantangan yang terpenting sebagai murid Yesus adalah menjadikan Yesus yang utama dalam hidup, ini butuh waktu, butuh kesabaran, inilah salib kita di tengah ketidak nyamanan hidup yang ditandai oleh salib Kristus. Inilah harga diri kita yang kita persembahkan pada Allah sebagai persembahan yang benar, yang sempurna dan yang berkenan pada Allah. (RD. Albertus Kurniadi)