Artikel

02-Nov-2014

Fr. Umbara

Tidak Satu Pun Hilang

“Kok arwah orang yang sudah mati saja masih dihormati? kan mereka sudah bahagia di surga”. Tanggapan itu mungkin saja pernah kita dengar ketika membahas peringatan arwah semua orang beriman. Peringatan arwah dalam pandangan Gereja Katolik tidak melulu hanya berarti perayaan atau upacara belaka. Peringatan arwah lebih dihayati dan dimaknai sebagai saat orang yang masih hidup mengenang dan mendoakan kembali keluarga atau sahabatnya yang sudah meninggal. Bukan untuk membuka lagi kesedihan keluarga, melainkan untuk selalu mengingat bahwa mereka adalah tetap keluarga kita, walaupun kita percaya mereka sudah di surga. Kepercayaan itu bukan tanpa dasar. Doa-doa yang dipanjatkan juga bukan asal berdoa. Gereja meyakini bahwa dengan mendoakan arwah kaum beriman, umat diingatkan kembali kepada tujuan hidupnya, yaitu kebersatuan dengan Kristus yang selama ini diimani dan dipercaya. Gereja Katolik percaya bahwa tujuan hidup manusia bukan di dunia ini, tetapi di surga abadi nanti. Hal ini persis seperti yang diwartakan oleh Yesus di dunia ini, bahwa Ia datang untuk mewartakan bahwa Kerajaan Allah itu sudah dekat. Hal ini semakin nyata ketika Yesus sendiri bangkit dari antara orang mati. Kematian bukan akhir dari kehidupan, melainkan awal dari kehidupan baru yang abadi sebagai tujuan akhir manusia. Kebahagiaan sejati manusia bukanlah kaya raya sampai mati, tetapi ketika manusia pada akhir hidupnya menikmati kebahagiaan abadi bersama dengan Yesus Kristus  di Surga. Inilah yang selama ini dihayati serta dihidupi oleh Gereja Katolik.

Kemudian, apakah yang membuat kita percaya bahwa kita akan dibangkitkan pada akhir zaman nanti? Tentu saja harus kita jawab karena Kristus. Dialah yang membuat kita percaya bahwa pada akhir dunia nanti, semua arwah orang beriman akan dibangkitkan bersama Kristus. Inilah yang Gereja Katolik, dan tentu saja kita, percayai. Peringatan semua orang beriman dirayakan dan diperingati secara khusus oleh Gereja Katolik karena Gereja ingin secara khusus mendoakan dan mengenang semua keluarga dan juga sahabat serta semua umat yang telah meninggal. Dalam peringatan arwah orang beriman ini, semua intensi dan ujud doa kita, ditujukan bagi keselamatan dan kebahagiaan semua arwah orang beriman.

Bacaan-bacaan pada hari peringatan ini, berbicara mengenai kebangkitan orang mati dan bersatunya semua arwah orang beriman dengan para kudus dan Yesus Kristus sendiri. Dalam bacaan Injil, secara khusus Yesus menyebut semua orang yang percaya kepada-Nya sebagai harta yang diberikan Allah Bapa kepada Yesus. Yesus memandang kita sebagai harta berharga-Nya, yang Ia sendiri tidak mau terpisah dari kita. Bahkan Yesus mengharapkan bahwa sampai akhir zaman nanti, semua orang yang telah diberikan dan dipercayakan oleh Bapa kepada-Nya tidak satupun hilang, tetapi ikut serta dalam kebangkitan Kristus.

Inilah yang harus dipahami saat kita merayakan dan memperingati arwah semua orang beriman. Bukan melulu ingin menunjukkan ketidakpercayaan kita, tetapi peringatan ini adalah saat kita mencoba mencari dan mengembalikan makna dan tujuan hidup kita kepada tujuan utama kita yaitu bersatu dengan Tuhan Yesus yang kita imani. Saat-saat ini dijadikan oleh Gereja sebagai momen yang tepat untuk mengenang dan mendoakan semua saudara kita, keluarga kita yang telah mendahului kita, supaya mereka pun mendoakan kita kepada Allah. (Fr. Umbara)