Artikel

09-Nov-2014

RD. Kurniadi

Rumah Allah Di Dunia

Rumah merupakan bangunan yang tak pernah selesai untuk diimpikan. Rumah selalu membutuhkan sentuhan kreatif yang melambangkan jiwa atau semangat dari para penghuninya. Sentuhan kreatif inilah yang membawa kegembiraan bagi anggota keluarga yang mendiaminya.

Kamu adalah bait Allah
Kesulitan manusia untuk mewujudkan mimpinya terhadap rumah menjadi satu realitas aktual saat ini. Hal ini membuka mata banyak orang untuk berharap nanti akan terwujud. Sikap tetap bermimpi atau memelihara mimpi terhadap rumah disebabkan rumah merupakan bagian yang terpenting dalam hidup manusia sehingga banyak yang berpikir panjang tentang rumah. Segi pendanaan, tata letak, guna, dan tujuan yang ada di dalamnya menjadikan manusia mencurahkan isi hatinya, mencurahkan minatnya, serta membuat daya-daya potensial dalam dirinya sendiri.

Dalam bacaan ini kita mendengar bagaimana semangat yang hidup dalam rumah Allah yang digambarkan dalam bacaan pertama, kedua, dan bacaan Injil. Kehadiran rumah Allah di dunia ini menjadi inspirasi tersendiri yakni kesegaran juga kegembiraan bagi kita dan sesama. Kehadiran rumah Allah di dunia ini nampak dalam pribadi-pribadi yang percaya kepada-Nya, dimana wajah Allah tercermin pada wajah manusia. Dengan demikian apa yang ada di kedalaman batin manusia hendaknya selaras dengan penampilannya.

Rupanya untuk bisa menampilkan tata batin yang selaras dengan tindakan tidaklah mudah karena manusia pandai untuk mempergunakan rasio atau pikirannya sehingga batin yang porak-poranda menjelma dalam kata-kata yang indah dan penampilan menarik. Hal inilah yang menyebabkan manusia mengalami ketidaksejatian hidup yang terpantul pada wajah yang tak teratur, penampilan yang asal asalan, kata-kata yang sinis. Disinilah letak kekuatan Paulus, “sesuai dengan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar; dan orang lain membangun terus diatasnya... Orang lain harus memperhatikan bagaimana ia harus membangun diatasnya, karena tidak ada seorang pun yang meletakkan dasar dari pada dasar  yang telah diletakkan  yaitu Yesus Kristus.”

Penampilanku sumber pewartaan
Dalam bacaan diatas menjadi jelas bahwa kata dan penampilan kita yang selaras menjadi inspirasi, entah bagi diri sendiri maupun orang lain, untuk menggalami perjumpaan dengan Allah secara baru dan kongkret. Kesejatian hidup diperlukan karena semua orang dapat menghantar sesamanya pada Yesus. (RD. Kurniadi)