Artikel

16-Nov-2014

RD. Eeng

Perayaan Ekaristi Arwah Uskup, Para Imam, dan Frater di TPU Kalimulya

foto

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa bulan November adalah bulan arwah yang sedikit banyak Gereja memberi banyak waktu dan kesempatan untuk mendoakan keluarga, saudara, kerabat, dan handai taulan. Maka tak jarang keluarga-keluarga Katolik pun akan mengadakan ziarah kubur atau memiliki intensi doa tersendiri bagi mereka yang telah mendahului menuju rumah Bapa. Tak terkecuali, hal itu pun dilakukan oleh para imam Keuskupan Bogor. Setiap bulan November para imam kita itu akan berkumpul di TPU Kalimulya Depok dan merayakan ekaristi disana untuk mendoakan uskup, para imam, frater, dan segenap umat beriman yang telah beristirahat mendahului kita yang masih berziarah di dunia ini.

Pada hari Kamis, 13 November 2014, yang lalu para imam, beberapa frater, dan umat berkumpul di TPU Kalimulya untuk merayakan ekaristi. Pukul 10.00 WIB perayaan ekaristi dimulai dan  diadakan secara konselebrasi ini dipimpin oleh RD. Anton, RD. Tri Harsono, RD. Jimmy, dan RD. Habel. Meskipun secara perlahan panas terik matahari mulai menanjak namun seluruh umat tetap tekun, setia, dan khusyuk mengikuti perayaan ekaristi tersebut. Dalam homilinya, RD. Tri Harsono selaku Vikjen dan yang baru kali ini mengikuti misa tersebut karena dulu beliau berada di Bandung sebagai rektor Seminari Tinggi, mengatakan bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. Oleh karena itu, kematian tak perlu ditakuti karena sebagai orang hidup kematian pasti akan datang, entah kapan.

Meskipun ini adalah perayaan ekaristi arwah namun tidak ada suasana sedih melainkan suasana kebersamaan dan kekeluargaanlah yang mewarnai semua yang hadir disana. Setelah perayaan ekaristi selesai, acara pun dilanjutkan dengan tabur bunga ke makam uskup, para imam, dan para frater. Tak jarang terdengar canda tawa kecil tatkala para imam mengingat atau menyebut kebiasaan rekan mereka itu semasa hidupnya ketika menabur bunga. Tak lupa, di sela-sela itu mereka pun saling mendoakan satu sama lain dalam karya dan tugas pelayanannya masing-masing sebagai wujud saling mendukung satu sama lain. (RD. Eeng)