Artikel

14-Sep-2013

Petrus JS

APAKAH ANDA MERASA DIKASIHI ALLAH?

Peristiwa kecelakaan lalulintas di tol jagorawi beberapa hari yang lalu, menjadi berita utama di berbagai media masa juga media sosial. Yang menarik perhatian publik adalah jumlah korban dan pengendara yang masih di bawah umur. Pada umur tertentu seorang anak memasuki masa peralihan, apa yang menurut ukuran orang tua tampak sebagai sebuah pemberontakan sebenarnya adalah ungkapan kerinduan anak untuk menjelajah dunia yang baru di luar lingkup rumah dan keluarga. Bila gejolak untuk pergi keluar mendapatkan tekanan, anak justru cenderung akan bersembunyi di belakang orang tuanya. Demikian juga kalau dibiarkan pergi, anak akan menjadi buas pergi tak terkendali. Kejelian orang tua akan menentukan kapan harus melepas dan kapan harus menahan anak tersebut. Bentuk kasih yang mana orang tua terhadap anak?

Setiap manusia pernah melakukan kesalahan yang memalukan, cepat atau lambat manusia akan kembali. Ketika manusia pergi meninggalkan martabat kemanusiaannya dan pergi meninggalkan ‘Bapa’nya, justru ketika manusia itu terpisah dari Tuhannya ia akan belajar untuk menjadi lebih yakin betapa besar cinta Tuhan, dan betapa luhur martabatnya sebagai manusia. Pertobatan pun akan diawali dengan peristiwa sederhana: manusia membutuhkan kesehatan! Bagaimana manusia mampu untuk menyingkirkan praduga-praduga yang tertimbun dalam hati, yang akan membebani kehidupannya. Kenangan akan cinta pada akhirnya memang akan tetap jauh lebih kuat daripada kehendak dosa sesaat. Bahwa Kristianitas bukanlah melulu sekumpulan aturan, tetapi suatu jawaban “ya” terhadap martabat pribadi manusia dan pelukan Allah yang penuh kasih.

Setelah diajukan tuntutan jiwa yang besar ini hanya “para pemungut cukai dan orang-orang berdosalah yang biasa datang kepada Yesus”. Apa yang terasa baru dalam ajaran Jesus adalah upaya dan usaha yang harus dimiliki oleh para pendosa dan bukannya meratapi situasi hidup mereka yang berdosa. Allah tidak berbahagia atas kehilangan dari seseorang, tapi berhasrat supaya semua orang diselamatkan dan dikembalikan dalam persekutuan dengan-Nya. Karena itu semua anggota komunitas surgawi bergembira ketika orang berdosa bertobat dan dipersatukan kembali dalam persekutuan dengan Allah. Pencarian akan orang-orang yang hilang sangat diperlukan pada zaman kita ini. Apakah kita terus-menerus berdoa dan mencari mereka yang kita kenal yang telah kehilangan jalan dan arah menuju Allah?

Di dalam iman, kita menyebut kasih personal itu Allah. Karena di atas kasih itulah segala sesuatu di dalam Kristianitas berputar, Paus Benediktus XVI menulis ensikliknya yang pertama, bentuk terpenting dari ajaran Paus, Deus Caritas Est ‘Allah adalah Kasih’. Pada dasarnya, kasih merupakan pengakuan bahwa kita adalah putra dan putri kasih Allah bagi seluruh umat manusia, yang mengundang kita untuk mencintai sesama kita, seluruh sesama kita, dimana pun di dunia ini. Sudahkah kita bersyukur bahwa Allah mengasihi kita?

(petrusjs)