Artikel

07-Dec-2014

RD. Kurniadi

Guru

Kata guru memiliki arti mendalam bagi setiap insan. Profesi ini mengandung ungkapan mendalam bagi banyak orang dari segala zaman. Kata guru mengungkapkan kesejatian pekerjaan orang yang ambil bagian di dalamnya. Pekerjaan ini membuat orang yang mengambil bagian di dalamnya maupun mereka yang terlibat di dalam proses tersebut mempersiapkan masa depan yang lebih baik; tanpa mengenal lelah; tanpa mengenal siang-malam. Singkatnya, mereka mengerjakan ini dengan penuh dedikasi. Bagi mereka yang terlibat di dalamnya pekerjaan ini mengandung satu konsekuensi yang tidak kecil yaitu kesediaan untuk ambil bagian secara penuh dan utuh.

“Lihatlah aku menyuruh utusanku mendahului Engkau, Ia akan mempersiapkan jalan bagiMu”. Ciri utusan yang ditampilkan oleh penginjil hari ini mengajak kita untuk melihat profesi guru yang dijelaskan di atas. Utusan adalah gambaran orang yang memiliki keperluan yang tidak kecil. Gambaran ini dapat dilihat dari aktifitas yang dibuat oleh seorang utusan yakni mempersiapkan sebuah penampilan yang menarik sedari awal mula hingga selesai; dari tak berbentuk menjadi memiliki bentuk. Tanpa mengenal lelah, utusan berusaha sekuat tenaga menghadirkan sebuah kegiatan yang spektakuler sehingga banyak orang yang mengalami kebahagiaan  lahir batin. Kebahagiaan lahir batin ini membuat manusia memiliki keberanian untuk hidup dengan cara baru. Guru pun juga memiliki sifat yang sama dengan seorang utusan. Dia mempersiapkan lahir batin sehingga mereka yang terlibat di dalamnya memiliki keberanian untuk menempuh kehidupan di tengah masyarakat.

Ciri utusan yang dinyatakan oleh penginjil kali ini merupakan gambaran orang yang memiliki satu misi tertentu yang tak lain adalah memperkenalkan utusan utama. Memperkenalkan utusan utama merupakan tugas yang tidak mudah karena yang namanya memperkenalkan menuntut keuletan dan keberanian untuk berkata-kata serta bertindak sesuai dengan tujuan dari sang utusan utama. Berkata-kata yang sesuai dengan misi dari sang utusan utama ini nampak dalam sabda berikut, “Luruskanlah jalan bagi Tuhan. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu”. Kalimat ini mengandung arti bahwa perkenalan membawa konsekuensi niat untuk mengalami perjumpaan yang lebih dalam sehingga membuat orang mampu melakukan perombakan  maupun pembaharuan dalam hidup. (RD. Kurniadi)