Artikel

07-Dec-2014

Lina

Retret Lektor St. Thomas

foto

“Finally, retret kita terlaksana juga”. Begitulah sorak gembira rekan-rekan lektor St. Thomas yang mengadakan  retret pada tanggal 29-30 November 2014 yang lalu di Rumah Retret St. Lidwina, Sukabumi. Retret yang mengusung tema “Menjadi Garam yang tak Kunjung Tawar dan Terang yang tak Kunjung Padam” dengan pembicara RD. Robertus Ari  Prianto, pastor rekan Paroki St. Yoseph, Sukabumi.

Tepat pukul 06.15 WIB kami berangkat menuju Sukabumi melawan arus  macet yang luar biasa parah.  Menjelang sore kami pun tiba di rumah retret St. Lidwina, Sukabumi dan langsung dilakukan pembagian kamar. Pukul 14.30 WIB dimulailah sesi yang pertama oleh RD. Ari yang diawali dengan perkenalan oleh Romo dan peserta. Dalam sesi ini Romo Ari menjelaskan tentang betapa kayanya Gereja Katolik, antara lain tentang hierarki dan berbagai macam simbol dalam liturgi. Selanjutnya, sebagai penyegaran dilakukan acara keakraban oleh panitia dengan sedikit games. Karena cuaca kurang bersahabat, terpaksa sesi ini dilakukan di dalam ruang konferensi. Selepas makan malam, sesi ketiga kembali dibawakan oleh Romo Ari yang menjelaskan tentang bagaimana kita sebaiknya menjadi garam dan terang dalam tugas pelayanan sebagai lektor. Sesi ini diakhiri dengan renungan  malam dan doa secara pribadi di hadapan Sakramen Maha Kudus. Keesokan harinya, kami merayakan Ekaristi Minggu Advent I di Paroki St. Yosep, Sukabumi dan tidak lupa berfoto bersama Romo Jimmy yang dahulu pernah menjadi Pastor Paroki St.Thomas. Sepulang Misa, kami melanjutkannya dengan sesi terakhir yang ditutup dengan sharing time. Sepanjang sesi dalam retret ini dibawakan dengan santai oleh Romo Ari dan beberapa kali diselingi lagu pujian serta games. Seluruh kegiatan retret ini ditutup dengan foto dan makan bersama hingga pada akhirnya pukul 13.30 WIB kami kembali menuju Depok. Meskipun kembali menghadapi kemacetan dahsyat dalam perjalanan pulang, kami tetap gembira dan bercanda-tawa karena kami sadar kebersamaan ini belum tentu akan terulang lagi dalam waktu dekat. Semangat selalu ya teman-teman, we are the big family of Lektor St. Thomas, so proficiat for us!

Semoga kami terus dapat menjadi garam yang tak kunjung tawar serta terang yang tak kunjung padam dalam tugas pewartaan sebagai lektor juga tentunya dalam kehidupan sehari-hari. (Lina)