Artikel

01-Feb-2015

RD. Kurniadi

Ada Yang Baru

Hidup manusia dibanjiri oleh berbagai macam tawaran yang menggiurkan. Tawaran ini menimbulkan rasa ketidakpedulian kita terhadap sesama. Pelbagai macam tawaran bisa membuat manusia terlena dan membuat manusia kehilangan kesadaran diri.

Ada yang baru
Situasi zaman terus berubah. Namun, perubahan sering kali tak dibarengi oleh perkembangan akal budi manusia. Perubahan ini membuat manusia terombang-ambing karena setiap perubahan menuntut sikap kedewasaan.

Bacaan-bacaan hari ini mengundang kita untuk melihat acara baru; sistem baru yang dibuat oleh para nabi bahkan oleh Yesus sendiri. Sikap dasar dari perubahan ini terletak pada pemberontakan atau perlawanan dari pihak manusia terhadap tradisi yang berlangsung berabad-abad lamanya. Dalam bacaan pertama kita melihat bagaimana Musa memperhatikan keluhan bangsa Israel sehingga Musa menyampaikan keluhan itu kepada Allah dan Allah mendengarkan dan memperhatikan keluhan umatNya. Dalam bacaan kedua, kita juga melihat bagaimana Paulus menekankan unsur kesetiaan terhadap hidup yang sedang dan sudah dijalankan ini sehingga manusia menemukan nilai dan arti hidup yang dijalaninya itu. Sedangkan dalam bacaan Injil nampak bagaimana Yesus menghardik ke “ego” an manusia terhadap yang lain bahkan kehadiran Allah sendiri.

Dari ketiga kisah ini, kita melihat bahwa hidup manusia merupakan buah dari berbagai macam pengalaman yang terduga maupun yang tak terduga. Pengalaman-pengalaman ini memberi kesan hidup yang mendalam yaitu manusia mengalami pembaharuan hidup. Pembaharuan hidup membuat manusia menemukan jati dirinya yang sejati; menemukan kebenaran yang sejati karena kisah hidup yang dijumpainya ini memperdengarkan banyak hal serta membuat manusia berpikir secara kritis atas apa yang dikerjakannnya. Maka dibutuhkan keberanian dari tiap orang untuk menilai juga mengevaluasi diri atas apa yang telah dan bahkan yang sedang dikerjakannya. Sikap menilai atau mengevaluasi diri merupakan ajakan dari Yesus “Diamlah” karena dari sikap diam ini orang akan berjumpa dengan ketenangan batin yang membimbingnya pada satu sikap hening menimbang-nimbang sampai pada keputusan objektif bagi perkembangan hidup manusia selanjutnya. (RD. Kurniadi).