Artikel

18-Jan-2015

RD. Kurniadi

Memperkenalkan Yesus

Sebagai orang baru sekaligus warga baru seringkali ada suatu tradisi yaitu memperkenalkan diri. Tradisi ini ada karena kebutuhan mendasar manusia yang ingin dikenal, didekati, serta bersahabat dengan banyak orang. Tradisi ini membuat manusia keluar dari kesendiriannya dan berjumpa dengan orang lain serta berkontribusi dalam masyarakat.

Yesus Ditengah Masyarakat
Dalam karya perutusan di tengah dunia, Yesus tak tinggal diam; Yesus tidak berlama-lama tinggal dengan Yusuf dan Maria di Nazaret. Pada usia 30 tahun, Yesus memulai karya penyelamatanNya di tengah masyarakat. Karya awal yang dilakukan oleh Yesus memperkenalkan diri kepada khalayak ramai. Proses perkenalan diri ini tidak dengan banyak kata. Tidak pula dengan berpesta melainkan dengan kata dan perbuatan baik. Memperkenalkan Yesus di tengah banyak orang rupanya tidak berhenti dengan kata dan perbuatan tetapi juga dengan perantaraan banyak orang dari mulut ke mulut yang memberinya gelar pada Yesus. Gelar bukan sembarang gelar tetapi gelar yang diberikan orang pada Yesus merupakan inti sari dari tugas perutusan Yesus di dunia.

Penggelaran ini menyiratkan peran Yesus di tengah masyarakat. Gelar pertama yang dikenakan pada Yesus adalah Anak Domba Allah. Gelar ini menunjukkan Yesus adalah seorang hamba yang dikorbankan demi keselamatan manusia, sekaligus juga sebagai kurban yang diterima oleh Allah. Gelar kedua yang dikenakan kepada Yesus adalah Guru. Guru berarti orang yang memberi arah hidup pada banyak orang karena berarti orang tersebut memiliki keutamaan hidup yang pantas. Gelar yang ketiga yang dikenakan pada Yesus adalah Mesias. Mesias berarti yang diurapi. Orang yang diurapi berarti orang tersebut memiliki kekuatan serta kepercayaan yang membawa kekuatan bagi yang lain.

Dengan gelar yang diberikan orang pada Yesus membuat kita yang mendengarkan tertegun serta berpikir untuk apa gelar itu? Rupanya gelar yang diberikan kepada Yesus membuat saya dan anda yang mendengarkan untuk mendekat pada Yesus serta melihat apa yang dikerjakan Nya serta berani untuk terlibat maupun melibatkan diri dengan karya Yesus di tengah masyarakat saat ini.

Mengenal Yesus Dari Dekat
Gelar Yesus membuat manusia mengenal dengan dekat siapa dan apa yang dikerjakan oleh Yesus di tengah dunia. Namun Yesus sendiri tidak lupa diri dengan gelar yang diterimaNya ini. Lebih jauh Yesus hanya mengatakan “Mari dan lihatlah”. Kata-kata Yesus ini mendorong kita untuk mendengarkan dan memperhatikan Yesus sepenuh hati. Dengan memperhatikan dan mendengarkan Yesus ini membuat manusia memiliki kedekatan dengan Yesus sendiri. Kedekatan membuat manusia memiliki keberanian untuk membangun komitmen kepada Yesus dengan meninggalkan segala hal yang telah, sedang, dan akan dikerjakan. Komitmen amat dibutuhkan oleh Yesus sebab dengan komitmen manusia ditolong menentukan apa yang dikerjakannya untuk mencapai kebahagiaan. Memperkenalkan diri menjadi jalan untuk mendengarkan serta membangun komitmen utuh dan tulus di tengah berbagai gelombang kehidupan. (RD. Kurniadi).