Artikel

04-Aug-2013

C. Lisli M.

KEPRIHATINAN DAN HARAPAN

Dalam kehidupan menggereja saat ini dirasakan adanya keprihatinan yang mendalam terhadap perkembangan dan keadaan gereja Katolik saat ini, diantara keprihatianan itu Pendidikan Agama Katolik yang berkesinambungan belum berjalan, katekis sukarela yang semakin menipis. Keterlibatan hirarkhi dalam mengajar secara langsung, para orang tua dalam memperhatikan anak-anaknya akan warisan iman, bagaimanan akan pengembangan komunitas basis yang belum sepenuhnya dimaknai. Orang muda belum berani mengambil peran, dan sadar akan pewaris gereja masa depan. Bagaimana juga 5 (lima) pilar tugas Gereja (= Liturgia, Kerygma, Koinonia, Diakonia dan Martyria) itu dijalankan?

Para gembala umat, tokoh umat dalam memberi teladan menjadi kebutuhan. Keprihatinan-keprihatinan dapat menjadi tanda awal bagi kemandekan pewartaan, bila tidak disingkapi baik.

Bagaimana keprihatian ini disingkapi agar kiranya harapan-harapan kita berbuah baik. Untuk itu Pendidikan Agama Katolik bagi anak-anak dan orang muda menjadi perhatian semua pihak secara khusus. Diberi peluang bagi pembinaan dan pelatihan bagi pemuka umat, pendamping anak-anak, orang muda. Bagi orang tua (=dewasa) bahu-membahu bergerak bersama akan tugas dan tanggung jawab akan perkemangan iman.

Perhatian dan empati sekecil apapun yang diberikan oleh para gembala, tokoh umat dapat menyemangati dan menyatukan akan visi dan misi gereja paroki. Maka tugas gereja dalam Koinonia, Diakonia, Liturgia, Kerygma dan Martyria dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga kehidupan kita sebagai paguyuban Umat Allah menjadi nyata dan Kasih Kristus sungguh diwartakan. Semoga.

(C. Lisli Mugihardjo, Sie Katekese DPP)