Artikel

13-Jul-2015

Tatik

Pelantikan Pengurus DPP dan DKP St. Thomas Periode 2015 s.d 2018

sumber: http://keuskupanbogor.org/data/uploads/2015/07/foto-3.jpg

Pelantikan Pengurus DPP – DKP St. Thomas Periode 2015 – 2018 oleh Bapa Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM

foto 1

Pada hari Minggu, 12 Juli 2015, diadakan pelantikan Pengurus DPP & DKP St. Thomas Periode 2015 – 2018 dalam sebuah Perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini sungguh istimewa karena dipersembahkan secara konselebrasi, dengan konselebran utama Bapa Uskup Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Selanjutnya Bapa Uskup didampingi oleh Pastor Paroki, RD Robertus Eeng Gunawan, lalu RD Albertus Kurniadi, RD Yustinus Joned Saputra, sebagai pastor rekan Paroki St. Thomas, dan Sekretaris Keuskupan Bogor RD Monang Damanik.

Dalam homilinya, Mgr. Paskalis, mengajak umat Paroki St. Thomas untuk bernyanyi sebuah lagu sederhana. “Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.”

foto 3

Ya, kita umat Paroki St. Thomas terikat dan bahagia sebagai orang Katolik. Kita menyatakan diri menjadi orang Katolik itu karena beriman dan percaya kepada yang tersalib, yaitu Yesus dari Nasareth, yang merupakan utusan Allah dan Allah itu sendiri.

Beriman Katolik tidak hanya hidup baik saja. Bila demikian bukanlah orang Katolik karena tidak mengenal Yesus, yang dimulai dari pembaptisan yang kita terima. Yesus memberikan bimbingan kepada orang Katolik untuk menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani serta memiliki kepekaan sosial dalam hidup bermasyarakat.

Bapa Paus mengajak kita sebagai umat Katolik yang bersukacita dan berbahagia. Orang yang berbahagia adalah orang yang menyebarkan sukacita. Dan merayakan Ekaristi adalah sebagai bentuk keterikatan dengan Yesus.

Beriman berarti terikat pada Yesus, dan kita mempunyai tugas untuk mengenal Yesus. Pengenalan kita kepada Yesus diawali dengan baptis. Yesus telah memanggil kita dan kita menanggapi panggilan-Nya, lalu kita diutus dan diberi kuasa oleh Roh Kudus. Kita dipanggil bukan untuk diri sendiri tetapi untuk mewartakan Injil dan kasih kepada sesama.

Nah, pengurus DPP dan DKP yang terpilih di antara umat pilihan Allah, bukan hanya mengatur organisasi Gereja saja, tetapi terikat pada Yesus dan mempunyai tugas untuk mewartakan kasih Yesus.

Gereja yang bercorak misioner berarti pergi kepada sesama. Kita diajak untuk menjadi militan dalam iman bersama Yesus, yang berarti tidak akan merusak orang lain, tetapi membawa sukacita pada sesama di sekitar kita.

Roh Yesus itu mempersatukan untuk mewartakan kasih Tuhan dan membangun persekutuan.

Pengurus DPP dan DKP mempunyai tugas untuk membangun persekutuan, membangun komunio yang dijiwai oleh semangat sukacita agar Gereja bertumbuh dan berkembang.

Persekutuan Gereja di Paroki St. Thomas terlihat bukan hanya diri sendiri, tetapi dari orang yang sudahsepuh, bayi, anak-anak, orang muda, dan orang tua. Mereka yang sudah sepuh memberikan kesaksian bahwa mereka setia untuk mengikuti Yesus. Bayi-bayi yang diajak ke Gereja itu berarti ayah-ibunya sedang memberikan yang terbaik bagi anaknya. Sementara anak-anak muda mewakili Gereja yang berdarah muda, sedangkan orang dewasa menandakan bahwa Gereja sudah dewasa.

Kita diberikan tugas oleh Tuhan sendiri dan kita mampu melaksanakan karena terikat pada Tuhan kita, yaitu Yesus sendiri.

Gereja berbasiskan keluarga

Pertemuan selanjutnya oleh Bapak Uskup Mgr. Paskalis dengan para pengurus DPP & DKP St. Thomas, serta Pengurus Stasi, Ketua Lingkungan dan Ketua Wilayah, diadakan di aula.

foto 7

Mgr. Paskalis menyatakan bahwa kita memimpikan sebuah Gereja Keuskupan Bogor yang berbasiskan keluarga. Gereja menjadi rumah yang menyambut semuanya. Gereja yang bersukacita secara Injili. Gereja yang berbelaskasih dan atas kemurahan hati Allah.

Berbasiskan keluarga berarti ada kebersamaan antara bapak-ibu dan anak dalam Gereja. Teks Inspiratif yang mendasari kebersamaan bapak-ibu dan anak bisa dibaca dalam Luk 2:41-52 bdk Mat 2:13-15.

Keluarga sebagai Gereja rumah tangga bisa dicontohkan sebagai makan bersama dalam sebuah keluarga, di mana meja makan atau tikar (bila lesehan) diibaratkan sebagai altarnya. Keluarga menjadi tempat untuk menyampaikan nilai-nilai keluarga Katolik.

Semagat kekeluargaan dalam keluarga Katolik diperlebar jangkauannya. Keluarga kita mesti membangun relasi bersaudara dengan alam semesta ciptaan Allah Bapa yang satu dan sama. Meski banyak tantangan faktual dalam kehidupan keluarga, yang merupakan suka-duka kehidupan, tapi semangat kekeluargaan tak boleh hilang. Diharapkan di tiap Paroki kini ada pendampingan terutama bagi keluarga-keluarga yang bermasalah. Juga diharapkan agar Paroki mendukung penyegaran bagi keluarga-keluarga Katolik.

Selamat bertugas bagi pengurus DPP & DKP St. Thomas periode 2015 – 2018. (Tatik)

sumber: http://keuskupanbogor.org/pelantikan-pengurus-dpp-dkp-st-thomas-periode-2015-2018/