Artikel

16-Aug-2015

Tatik

Bapa Uskup Memberikan Sakramen Penguatan di Paroki St. Thomas

Bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Minggu, 16 Agustus 2015, Bapa Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM., berkenan memberikan Sakramen Penguatan kepada 166 orang di Gereja St. Thomas, Kelapadua, Depok.

Dalam homilinya, Bapa Uskup, menyatakan bahwa Bunda Maria patut menjadi contoh atau teladan sebagai orang yang dipenuhi oleh Roh Tuhan. Contoh keteladanan dari Ibu Maria yang mendengarkan Roh Tuhan selama hidupnya dengan mengikuti bimbingan Tuhan. Semua ini diawali dari kesediaan Ibu Maria untuk menjadi Ibu Tuhan.

Bunda Maria mendengarkan dan mengikuti bimbingan Roh Tuhan untuk menjadi Bunda Tuhan. Untuk itulah Gereja Katolik menghormati Bunda Maria.

Bentuk penghormatan kepada Bunda Maria ini yang secara universal dirayakan oleh Gereja Katolik, adalah diberkatinya patung Bunda Maria tertinggi di Ambarawa oleh Bapa Uskup Semarang.

Bunda Maria bekerja bersama menjawab dengan sempurna, apapun yang terjadi dalam hidupnya mengikuti tuntunan Tuhan. Seperti halnya pesta perkawinan di Kana, ketika Bunda Maria meminta Yesus hanya dengan mengatakan bahwa tuan rumah kehabisan anggur. Inilah kali pertama mukjizat yang dilakukan oleh Yesus mengubah air menjadi anggur. Dan oleh karena itulah Gereja Katolik menghormati Bunda Maria.

Dengan adanya patung Bunda Maria di Gereja dan di rumah-rumah kita, bukan berarti kita menyembah berhala atau patung seperti yang masih saja dikatakan oleh orang lain kepada umat Katolik. Tetapi, itu sebagai bukti penghormatan kita kepada Bunda Maria karena Allah telah berkarya khusus kepada Bunda Maria.

Gereja Katolik bisa bertumbuh dan berkembang karena kita percaya pada Roh Tuhan yang berkarya dalam penggembalaan melalui para Pastor dan para Uskup. Tindakan iman ini dilakukan melalui penerimaan Sakramen Penguatan.

Melalui Sakramen Penguatan, terjadilah keselamatan bagi si penerima. Dan bagi si penerima Sakramen Penguatan ini maka ia harus memberikan kabar sukacita kepada orang di sekelilingnya karena ia telah menerima karunia Roh Kudus.

Penerimaan Sakramen Penguatan memiliki tujuan memberikan kekuatan iman bagi si penerimanya dan teguh bersatu dengan Gereja Katolik. Melalui Sakramen Penguatan dapat memperkuat kesatuan Gereja karena Roh Kudus yang diterima adalah Roh yang menyatukan.

Siapapun penerimanya maka Gereja Katolik akan menjadi semakin kuat karena Roh yang mempersatukan. Dan mereka yang menerimanya harus melaksanakan Karya Keselamatan.

RD Robertus Eeng Gunawan, sebagai Pastor Kepala Paroki St. Thomas, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM., yang meski lelah karena baru saja menghadiri peresmian patung Bunda Maria di Ambarawa, masih berkenan memberikan Sakramen Penguatan kepada umat Paroki St. Thomas.

Romo Eeng mengharapkan agar setelah penerimaan Sakramen Penguatan ini para penerimanya harus ikut serta dalam kegiatan menggereja. Entah itu di Lingkungan, Wilayah, Stasi, maupun Paroki. Mereka harus bersiap bersaksi, membawa sukacita kepada orang lain, dan membahagiakan sesama di sekitar kita.

Kegiatan Penerimaan Sakramen Penguatan ini merupakan program 2 tahun sekali dari Paroki St. Thomas. Tahun 2015 ini diterimakan oleh 166 orang, dengan perincian 66 orang dari Stasi  Bunda Maria Ratu (BMR), 96 dari Paroki, dan 4 orang dari luar Paroki. Pembinaan dilakukan oleh Para Katekis selama kurang lebih 5 bulan, yang dimulai dari tanggal 11 Maret.

Proficiat kepada para penerima Sakramen Penguatan. Mari kita mulai berkarya dalam Gereja Katolik. (Tatik)