Artikel

04-Aug-2013

Petrus JS

KATEKESE

Gereja senantiasa menganggap katekese sebagai salah satu dari kewajiban fundamental, yang berasal dari perintah terakhir Yesus Kristus yang bangkit: menjadikan semua orang murid-Nya dan mengajari mereka melakukan segala sesuatu yang telah diajarkan-Nya. Dalam katekese, yang diajarkan kepada para katekumen adalah Kristus sendiri, yakni sang Sabda yang menjadi Daging dan Putra Allah serta segala sesuatu yang bertalian denganNya. Kristus sendiri adalah Guru kita. Semua guru lainnya adalah juru bicara Kristus, orang-orang yang menyetujui ajaran Kristus yang dimaklumkannya.

Katekese terutama merupakan jalan yang memungkinkan pertemuan vital dengan Pribadi Kristus, melalui iman. Menjadi orang Kristen berarti mengatakan ‘ya’ kepada Kristus. ‘Ya’ tersebut.... terdiri atas kerelaan menyangkal diri sendiri demi Sabda Allah serta berdiam di dalamnya. Lebih jauh lagi, katekese berarti berusaha memahami makna Sabda tersebut sedalam-dalamnya.

Katekese itu penting. “Semua orang perlu diberi katekese”. Katekese harus tetap menjadi sekolah iman serta mendampingi tahap-tahap besar kehidupan sebagai mercusuar bahtera kehidupan. Kita hidup dalam dunia yang serba sulit. Perasaan cemas bermunculan ketika kita melihat manusia mencapai keberhasilan yang demikian hebat namun berpaling dari Dia. Perasaan sedemikian membawa kiat kepada suasana ketidakpastian. Di dunia seperti inilah katekese harus bisa menolong orang-orang Kristen menjadi pembawa ‘terang’ dan ‘jiwa’ demi sukacita dan pelayanan bagi semua orang.

Katekese mengajari baik orang muda maupun orang dewasa agar tetap berpikir jernih dan tetap berpegang teguh pada iman. Katekese memberi kesaksian tentang identitas mereka sebagai orang-orang Kristen dan orang-orang Katolik agar mereka tetap setia dengan teguh pada kemutlakan Allah, dan sanggup memberi kesaksian tentang diriNya kapan dan di mana saja.

(Petrus JS - KorBid Pewartaan & Kesaksian)