Artikel

11-Sep-2015

Tatik

Apakah Anda Merasakan Yesus?

Di University of Chicago Divinity School, setiap tahun, mereka memiliki apa yang disebut “Hari Baptis”. Pada hari ini, masing-masing siswa membawa makan siang untuk dimakan di luar ruangan di area piknik berumput. Setiap “Hari Baptis” sekolah akan mengundang salah satu pemikir terbesar untuk memberikan kuliah di pusat pendidikan teologi.

Pada tahun itu mereka mengundang Dr. Paul Tillich. Dr. Tillich berbicara selama dua dan satu setengah jam mencoba untuk membuktikan bahwa kebangkitan Yesus adalah palsu. Ia mengutip tulisan para sarjana dan buku demi buku. Ia menyimpulkan bahwa karena tidak ada hal seperti kebangkitan sejarah, tradisi keagamaan gereja itu beralasan, emosional omong kosong, karena didasarkan pada hubungan dengan Yesus bangkit, yang pada kenyataannya tidak pernah bangkit dari mati dalam arti harfiah. Ia kemudian bertanya apakah ada pertanyaan.

Hening. 30 detik berlalu. Tiba-tiba seorang tua, berkulit gelap dengan rambut putih pendek, berdiri di belakang auditorium. “Docta Tillich, saya punya satu pertanyaan,” katanya saat semua mata berpaling ke arahnya.

Ia merogoh kantong makan siangnya, mengeluarkan sebuah apel, dan mulai memakannya. “Docta Tillich.. mm… kriuk.. mm… Pertanyaan saya adalah pertanyaan sederhana ……mm… kriuk… mm… Saya tidak pernah membaca buku yang Anda baca ….mm… kriuk.. mm.. dan Saya tidak bisa membaca Kitab Suci dalam bahasa aslinya …mm…kriuk…mm…  Saya juga tidak tahu apa-apa soal pertarungan Niebuhr dan Heidegger …. Kriuk…mmm….”

Setelah menyelesaikan makan apelnya, lanjutnya, “Yang ingin saya tahu adalah, apel yang saya makan ini, apakah asam atau manis?”

Dr. Tillich berhenti sejenak dan menjawab dalam metode ilmiah, “Saya tidak mungkin menjawab pertanyaan itu, karena saya belum merasakan apel Anda.”

Orang tua berambut putih itu menjatuhkan inti apel ke dalam kantong kertas kusut, menatap Dr. Tillich dan berkata dengan tenang, “Demikian juga, Anda tidak bisa merasakan Yesus saya.”

Seribu lebih orang yang hadir tidak bisa menahan diri. Auditorium itu seolah pecah dengan tepuk tangan dan sorak-sorai.

Dr. Tillich lalu mengucapkan terima kasih dan segera meninggalkan panggungnya.

Apakah Anda bisa merasakan Yesus?

“Rasa dan melihat bahwa Tuhan itu baik; diberkati orang yagn berlindung pada-Nya jika kamu memiliki, bersukacita dengan harapan kebangkitan imanmu membawa kepada-Nya…” (Mz. 34:8). (Tatik – inspire)