Artikel

07-Nov-2015

Komsos

Orang Katolik Depok Mencari Walikota Baru

sumber: https://c2.staticflickr.com/6/5799/23009583001_01d1ce968b.jpg

Tanggal 7 November 2015, yang lalu, Sie Kerawam St. Thomas, mengadakan sebuah Diskusi Politik dengan tema “Orang Katolik Depok Mencari Walikota Baru”.

Menghadirkan tiga orang panelis, yaitu Bapak Anton Sulis, sekretaris eksekutif Kerawam Keuskupan Bogor sekaligus Ketua Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Keuskupan Bogor, Bapak Natalius Pigay, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) RI,dan Ibu Elisabeth Setyaningsih, Ketua FMKI Cabang Depok.

Dari hasil diskusi yang dipandun oleh Sie Kerawam St. Thomas, Bapak Fautinus Wundu, maka didapatkan kesimpulan bahwa kita sebagai orang Katolik harus turut memberikan suara dalam Pilkada bulan Desember Nanti.

Menurut Eddy Kristiyanto OFM, Politik adalah Sakramen. Konsekuensinya, penyelamatan hanya bisa dilakukan dengan keterlibatan kita di dalamnya. Tuhan Yesus menunjukkan keberpihakan kepada orang yang lemah. Oleh karena itu mereka yang sudah dibaptis pun harus memihak kepada orang yang lemah. Jadi tidak boleh ‘netral’.

Jika orang itu tidak peduli, terutama terhadap orang yang di sekelilingnya, apalagi yang lemah, maka bisa diragukan ke-Katolikan-nya.

Meskipun umat Katolik adalah minoritas di Depok, jangan sampai tidak memberikan suara. Karena suara kita, yang orang Katolik, juga akan berpengaruh pada jumlah suara. Memilih pemimpin yang “berkualitas”. Dalam arti, yang mempunyai misi yang sejalan dengan misi orang Katolik.

Memang benar bahwa Tuhan nantinya yang akan bekerja atas segala sesuatunya, tapi bukan berarti kita tidak memilih. Partisipasi suara kita tetap harus diberikan demi kemajuan tempat kita tinggal.

Pada akhir acara, ditampilkan para calon Walikota Depok. Meski hanya sepasang calon yang datang, yaitu Dimas Oky Nugroho dan Babai Suhaimi, tapi diskusi yang berlangsung tetap ‘hidup’. Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota no. 1 ini memaparkan visi dan misinya dengan panjang-lebar, dan mendapat tanggapan yang luar biasa dari peserta yang memenuhi aula St. Thomas ini. Mereka memakai jargon ‘Depok Baru, Depok Berubah’.

Ingat, jangan sampai tidak memilih! Ayo, berikan suara Anda sesuai hati nurani, tapi paling tidak, pilihlah yang selaras dengan misi dan visi Gereja Katolik. (Komsos)