Artikel

15-Nov-2015

RD. Albertus Kurniadi

Lebih Baik

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering kali mendapatkan kata lebih baik. Kata lebih baik ini menunjukkan perbandingan A dan B. Perbandingan ini menunjukkan kualitas A lebih baik dari pada yang B bahkan sebaliknya. Dengan perbandingan yang ada, manusia diajak menentukan apa yang dikerjakannya ini memiliki nilai yang pantas diperjuangkan atau dilupakan saja. Dengan perbandingan ini manusia diajak untuk menentukan prioritas dalam kehidupan.

Perjuangan Persaudaraan
Mendengarkan bacaan hari ini, kita berhadapan dengan Yesus yang menggajak muridnya dengan satu prioritas hidup yang pantas dihayati dan diperjuangkan dalam hidupnya. Prioritas hidup Yesus menjadi arahan yang menuntun orang pada pilihan bebasnya mengabdi Allah dan sesama. Kalau dicermati apa yang dikatakan oleh Yesus kepada kita berasal dari 10 perintah Allah. Dalam 10 perintah  Allah itu kita berjumpa dengan arahan hidup yang mengarah pada relasi manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia. Dua arah hidup yang dialami manusia dalam 10 perintah Allah ini menggambarkan suasana batin yang seimbang. Manusia dapat mengabdi Allah dengan gembira kalau manusia mampu mengarahkan langkahnya pada sesamanya. Begitu pula sebaliknya, manusia dapat mengarahkan langkahnya pada sesama kalau manusia mampu membina relasi mendalam kepada Allah. Di sini kita melihat bagaimana kedekatan dengan Allah menghantar manusia pada sesama begitu juga kedekatan kita pada sesama menghantar pada Allah. Pada bagian ini tuntutan minimal untuk masuk dalam kerajaan Allah dimulai. Tuntutan minimal ini kemudian diberi warna pelangi oleh Yesus. Warna pelangi nampak pada kerelaan manusia untuk memberikan yang terbaik, yang dimilikinya untuk sesamanya. Di sini kita melihat, bagaimana kita berani menggarahkan langkah kita, bahkan hidup kita pada mereka yang ditinggalkan, terasing dari lingkungan sekitar akibat usia lanjut, karena sakit penyakit, pengungsi, perang, dll. Mereka yang terasing ini pun mengusik kita untuk disapa sebagai manusia. Maka tuntutan masuk Kerajaan Surga pun terarah pada mereka, yang seringkali kalau kita berhadapan dengan mereka mengalami banyak tantangan dan rintangan baik secara eksternal maupun internal. Rintangan internal, ”orang terasing selalu ada di sekitar kita, memang siapa mereka?”. Rintangan ekternal anggapan adanya “kristenisasi, penginjilan”. Rintangan rintangan macam ini membuat langkah kita menuju Kerajaan Surga menjumpai jalan yang terjal, jalan yang sempit namun membuat kita merasa nyaman melangkahkan kaki dan membuat doa kita menyucikan diri sendiri serta menyucikan orang yang kita bantu. Langkah kita menjadi nyaman dengan jalan yang sempit karena kita menjumpai banyak saudara yang membantu dan menegakkan serta memotivasi kita untuk sama-sama menuju kerajaan surga.

RD. Albertus Kurniadi