Artikel

06-Dec-2015

Mgr

KEUSKUPAN BOGOR MERAYAKAN YUBILEUM KERAHIMAN ALLAH

Saudara – saudariku yang terkasih dalam Kristus,

Paus Fransiskus mengumumkan Tahun Yubileum Kerahiman Allah dengan bulla “Misericordiae Vultus” (Wajah Kerahiman). Dalam bulla itu, Beliau mengajak kita semua melakukan pertobatan rohani dan perbuatan belaskasih, murah hati secara nyata. Kita diajaknya untuk mengalami dan merasakan belas kasih dari Allah. “Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6:36) merupakan motto Tahun Kerahiman Allah. Motto ini mesti menggerakkan hidup kita sebagai anak-anak Allah. Paus Fransiskus mengkomunikasikan kerahiman Allah ini bukan dengan teori dan teologi abstrak, seminar-seminar, melainkan ditampilkannya dalam wajah konkret, hidup konkret orang, keluarga, dan masyarakat.

Keuskupan Bogor mengikuti ajakan kegembalaan Paus Fransiskus dan mempertegas ikatan “sentire cum Ecclesia Romanae” (seperasaan dengan gereja roma) dengan memusatkan perhatian pastoral kerahiman Allah di segala lini kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Artinya kita menjadikan semangat kerahiman dan belaskasih Allah sebagai peristiwa hidup yang dialami setiap orang dan kelompok dalam Gereja kita.

Atas dasar itulah, saya menyampaikan dan mendorong seluruh umat, keluarga-keluarga, paroki, lembaga hidup religius, OMK, sekolah-sekolah di bawah naungan MPK Bogor melakukan hal-hal ini selama Tahun Yubileum Kerahiman Allah:

PERAYAAN PEMBUKAAN TAHUN KERAHIMAN

  1. Merayakan Pembukaan Tahun Kerahiman: Perayaan Ekaristi khusus diadakan pada tanggal 8 Desember 2015 di Gereja Paroki Katedral Santa Maria Tak Bernoda. Semua imam, wakil umat, bruder-suster dari seluruh paroki di Keuskupan diundang untuk menghadiri perayaan ekaristi ini.

MENGISI KERAHIMAN ALLAH: BERBAGAI GERAKAN BELASKASIH

  1. Gerakan Pertobatan pastoral perlu diwujudkan secara nyata. Salah satu tanda-tanda zaman yang didengungkan dalam SAGKI 2015 yang lalu ialah harapan umat katolik Indonesia akan adanya relasi indah para gembala dengan umatnya.

  2. Gerakan pertobatan sakramental digalakkan sebagai ungkapan kesadaran bahwa kita hendak memperbaiki mutu hidup, tidak hanya dalam relasi dengan Allah, tetapi juga perbaikan mutu relasi kita dengan Gereja dan masyarakat. Maka kesadaran umat untuk menerima Sakramen Pengakuan dosa perlu ditingkatkan.

  3. Gerakan pastoral berbasiskan keluarga diperteguh komitmennya. Saya mengetahui secara teoretis dan mengalami secara nyata bahwa  ada gerakan-gerakan pastoral yang bisa menjadi “channel”, “media” terpercaya yang membuat anggota keluarga merasakan kasih, belaskasih, pengampunan, kerahiman dari Allah lewat sesama anggota keluarga. Gerakan-gerakan pastoral itu berada dalam bimbingan kegembalaan saya, maka saya merekomendasikan agar setiap pastor paroki mendorong umatnya untuk mencicipi pengalaman iman ini.  Gerakan-gerakan pastoral itu ialah gerakan Marriage Encounter (ME), Pria Sejati Katolik (PrisKat), Wise Woman Catholic, Tulang Rusuk, Wanita Bijak, “Yearly Bogor Family Gathering”, “Bogor Catholic Discovery”. Keluarga-keluarga perlu didorong untuk merasakan dan mengalami indahnya “dicintai”, disapa, diampuni; juga merasakan bahagianya “memaafkan dan mengampuni”.

  4. Gerakan pertobatan ekologis ditingkatkan. Tahun Yubileum ini  memanggil kita juga untuk menerima semua alam ciptaan, yang Tuhan percayakan kepada kita, sebagai saudara-saudari. Karena itu, kita adalah penjaga alam ini dan bukan pengeruk, atau lebih buruk lagi perusak.

  5. Kelompok Doa “Kerahiman Ilahi” menjadi motor yang menumbuh-kembangkan devosi kerahiman ilahi di seluruh wilayah keuskupan Bogor. Doa-doa dan kebiasaan khas dari devosi ini perlu diperkenalkan.

  6. Kegiatan ziarah rohani bertema kerahiman ilahi diadakan. Ziarah ini mengandung pastoral dan katekese Sakramen Tobat dan Ekaristi. Perlu diorganisir ziarah rohani domestik di wilayah Keuskupan kita.

  7. “Komisi Pastoral Keuskupan” dan “Tribunal Keuskupan” ditingkatkan pelayanannya sebagai tanggapan positif atas keterbukaan Pintu Kerahiman Gereja untuk keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan dalam hidup perkawinannya.

  8. Gerakan pastoral memperhatikan kaum miskin, orang lanjut usia, yang terpenjara ditingkatkan. Tahun Yubileum Kemurahan hati ini menjadi kesempatan khusus untuk memperdalam kerja bersama BASOLIA (Badan Sosial Lintas Agama) dalam karya-karya sosial-cintakasih. Diharapkan pengalaman kemurahan hati dirasakan pula oleh segenap anggota masyarakat.

PERAYAAN PENUTUPAN TAHUN YUBILEUM

Paus Fransiskus akan mengadakan perayaan penutupan Tahun Kerahiman ini pada Hari Raya Tuhan Raja Semesta Alam, 20 November 2016. Kita akan merayakan penutupan Tahun Kerahiman itu dengan merayakan (1) Salve Agung di hadapan Sakramen Mahakudus yang serentak diadakan di seluruh paroki Keuskupan Bogor, tanggal 19 November 2016; (2) Perayaan Ekaristi agung di semua gereja Paroki.

 

Semoga kita semua mendapat Rahmat Belaskasih berlimpah selama Tahun Yubileum Kerahiman Allah.

 

+ Mgr. Paskalis Bruno Syukur

Magnificat Anima Mea Dominum