Artikel

09-Jan-2016

Tatik

Menjadi Bintang di Usia Senja

sumber: https://c2.staticflickr.com/2/1655/23898564069_462cfb3698_n.jpg

Sabtu, 9 Januari 2016, para oma dan opa tampak bermuka ceria hadir di aula St. Thomas. Ya, hari ini mereka akan merayakan Natal bersama para Lansia. Mereka terlihat ceria sekali karena bisa melepas rindu dengan teman-teman seangkatan.

Perayaan Ekaristi oleh RD Albertus Kurniadi, mengawali homilinya dengan Ucapan “Selamat Natal dan Tahun Baru”. Romo mengajak para oma-opa untuk tetap menjadi bintang di usia senja. Setelah melewati begitu banyak pergulatan hidup yang panjang, kesuksesan di masa lalu, namun dengan bertambahnya usia dan semakin berkurangnya kesehatan, bukan berarti merasa terpuruk atau tetap “tinggi hati” tidak mau mengakui kekurangannya. Romo meminta agar para oma-opa tetap rendah hati untuk mengakui bahwa semakin senja, memang dari segi fisik sudah berkurang, berani untuk mengungkapkan kata “tolong” kepada yang lebih muda. Berani memberikan estafet “kepemimpinannya” kepada yang lebih muda, dan memberikan mereka tanggung jawab lebih.

Tetapi yang jelas, para oma-opa diajak untuk tetap bersuka cita meski sudah beranjak senja. Tetap semangat.

Acara ramah-tamah selanjutnya diisi dengan berbagai permainan dan lagu-lagu kenangan yang biasanya dinyanyikan oleh para oma-opa di masa muda mereka. Rupanya mereka masih terkenang ketika mengajari anak-anak bernyanyi “Balonku”, “Potong bebek”, dan beberapa lagu anak-anak.

RD Yustinus Joned Saputra, sebagai moderator Lansia, pun ikut larut dalam keceriaan oma-opa. Beberapa oma-opa yang kami temui mengatakan bahwa mereka berkesan, dan merasa bahagia, bahkan merasa muda kembali karena bisa berkumpul dengan teman-teman seusia.

“Jumlah pesertanya cukup banyak, semangat para lansia cukup tinggi. Semoga semangat ini terus menyemangati yang muda terutama dalam karya gereja ini,” kata opa Bambang dari Wilayah VIII. Ia berpesan, agar acara-acara seperti ini untuk selanjutnya ditambahkan kreatifitas lain agar para opa-oma tetap semangat hadir.

“Coba daftar hadirnya ditambah dengan kolom usia, jadi nanti peserta yang paling tua yang hadir ini dikasih hadiah, buat semangat yang lain,” kata opa Bil dari Wilayah VII.

Dari mereka pun kami mendapatkan pesan agar acara dibuat semeriah mungkin dengan melibatkan banyak lansia, dan dipersiapkan lebih seksama di tahun-tahun mendatang. Para opa-oma ini juga berhadap agar lebih diperhatikan oleh Gereja, tidak hanya pada saat acara

Lagu-lagu kenangan pun mengalir terus di ruangan aula. Dan oma-opa pun hanyut dalam kenangan masa lalu…. (Tatik)